Isu mengenai masyarakat Indonesia yang terpaksa ‘makan tabungan’ atau menggerus simpanan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dibantah tegas oleh Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Anggito Abimanyu. Melalui laporan yang diterima jabarpos.id, Anggito menyatakan bahwa anggapan tersebut tidak berdasar, bahkan data menunjukkan tren yang positif.
Anggito Abimanyu menjelaskan, data terkini menunjukkan bahwa seluruh kelompok simpanan di perbankan, mulai dari nominal di bawah Rp100 juta hingga di atas Rp5 miliar, konsisten mencatatkan pertumbuhan signifikan. Hal ini, menurutnya, adalah indikasi kuat bahwa dana masyarakat yang tersimpan di bank tidak hanya stabil, melainkan terus meningkat, sekaligus menjadi penopang utama aktivitas ekonomi nasional.
Saat berbicara kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan pada Senin, Anggito dengan tegas menyatakan, "Tidak demikian, semua masih menunjukkan pertumbuhan yang positif. Baik itu simpanan dengan nominal di bawah Rp100 juta maupun yang mencapai lebih dari Rp5 miliar, semuanya bergerak naik." Ia menekankan bahwa fenomena ini membuktikan adanya sirkulasi dana yang sehat ke perbankan, yang pada gilirannya secara efektif menopang kegiatan ekonomi di sektor riil.
Also Read
Lebih lanjut, Anggito Abimanyu turut menyoroti kondisi likuiditas perekonomian nasional yang tetap menunjukkan tren positif. Ia menggarisbawahi bahwa perkembangan uang beredar dalam arti luas (M2), yang merupakan indikator penting kesehatan ekonomi, masih mengalami peningkatan yang signifikan. "Ada peningkatan," ujarnya singkat, mengkonfirmasi stabilitas dan pertumbuhan pasokan uang di pasar.






