Apakah Anda Tergolong Kelas Bawah Cek Sekarang

Author Image

Endang Wulansari

9 Agustus 2026, 18:04 WIB

Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini menyoroti upaya penurunan kemiskinan ekstrem di Indonesia saat berpidato di World Economic Forum (WEF) Davos, Swiss. Pemerintah terus berupaya keras melalui berbagai kebijakan untuk menekan angka kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Namun, posisi seseorang dalam piramida ekonomi tidak hanya ditentukan oleh pendapatan semata. Sejumlah indikator dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari tempat tinggal hingga akses pendidikan, juga dapat memberikan gambaran jelas mengenai kondisi ekonomi seseorang. Berdasarkan laporan dari GoBankingRates yang dikutip oleh jabarpos.id, berikut lima ciri yang sering dikaitkan dengan kelompok masyarakat kelas bawah dan menengah ke bawah.

Apakah Anda Tergolong Kelas Bawah Cek Sekarang
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

1. Tantangan Mendapatkan Hunian Layak Tempat tinggal merupakan salah satu pos pengeluaran terbesar dalam anggaran rumah tangga. Kesulitan dalam memperoleh rumah yang aman, nyaman, dan berlokasi di lingkungan yang memadai seringkali menjadi cerminan keterbatasan ekonomi. Kondisi ini mengindikasikan bahwa mayoritas pendapatan harus dialokasikan untuk kebutuhan dasar, menyisakan sedikit ruang untuk pengeluaran lainnya.

2. Pekerjaan Bergaji Rendah dengan Minim Manfaat Jenis pekerjaan kerap menjadi indikator posisi ekonomi. Profesi seperti pelayan, pengemudi, staf ritel, pekerja manufaktur, hingga petugas kebersihan, umumnya memiliki tingkat pendapatan yang lebih rendah dibandingkan posisi manajerial atau spesialis. Nathan Brunner, CEO Salarship, menyatakan bahwa individu yang bekerja di posisi manajerial atau spesialis cenderung dikategorikan dalam kelas menengah. Meskipun demikian, penting untuk diingat bahwa pekerjaan bukanlah satu-satunya tolok ukur. Guru, perawat, akuntan, atau pekerja teknologi informasi, misalnya, bisa berada di kelompok ekonomi yang berbeda tergantung pada senioritas, keahlian, sertifikasi, lokasi, dan besaran penghasilan.

3. Ketiadaan Tabungan dan Investasi Kemampuan untuk menabung dan berinvestasi adalah fondasi penting untuk menghadapi kondisi darurat dan membangun kekayaan jangka panjang. Namun, bagi mereka yang pendapatannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, menyisihkan uang untuk pos ini menjadi sangat sulit. Absennya dana darurat, tabungan jangka panjang, atau persiapan pensiun dapat menjadi sinyal kuat bahwa kondisi finansial seseorang masih berada dalam posisi rentan.

4. Kesulitan Menikmati Pengeluaran Non-Esensial Fleksibilitas untuk menikmati liburan, makan di restoran, membeli barang baru, atau hiburan sesekali seringkali mencerminkan tingkat keamanan finansial. Ketika setiap pengeluaran di luar kebutuhan pokok harus dipertimbangkan secara ketat karena keterbatasan anggaran, hal itu dapat menjadi indikator tekanan ekonomi yang signifikan. Sebaliknya, individu dengan ruang anggaran untuk pengeluaran non-esensial umumnya memiliki tingkat fleksibilitas keuangan yang lebih besar. Namun, perlu diingat bahwa gaya hidup juga dapat disesuaikan; seseorang dengan pendapatan terbatas pun bisa menikmati hiburan atau liburan melalui perencanaan anggaran yang cermat.

5. Akses Terbatas ke Pendidikan Tinggi Pendidikan, khususnya pendidikan tinggi, seringkali menjadi penentu posisi ekonomi. Pendidikan yang lebih tinggi umumnya membuka pintu ke peluang pekerjaan dengan penghasilan dan jenjang karier yang lebih baik. Sebaliknya, tingginya biaya kuliah dan terbatasnya akses terhadap institusi pendidikan berkualitas dapat menjadi penghalang besar bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk meningkatkan mobilitas ekonominya.

Penting untuk digarisbawahi bahwa kelima indikator di atas bukanlah tolok ukur mutlak untuk mengkategorikan seseorang ke dalam kelas ekonomi tertentu. Status ekonomi seseorang adalah hasil dari interaksi kompleks berbagai faktor, termasuk besaran pendapatan, jumlah tanggungan, biaya hidup di lokasi tertentu, kepemilikan aset, tingkat utang, hingga akses terhadap layanan publik. Oleh karena itu, penilaian terhadap posisi ekonomi harus dilakukan secara holistik dan komprehensif.

Related Post