Istiqlal Buka Pintu Wakaf Lewat Cara Tak Terduga

Author Image

Endang Wulansari

10 Agustus 2026, 18:04 WIB

Jakarta – Sebuah terobosan signifikan dalam pengelolaan wakaf diluncurkan oleh Masjid Istiqlal. Kini, masyarakat dapat menunaikan wakaf tidak hanya dalam bentuk uang tunai, tetapi juga melalui instrumen pasar modal seperti saham dan reksa dana. Inisiatif progresif ini, yang merupakan bagian dari program Istiqlal Global Fund (IGF), mendapat dukungan penuh dari Bursa Efek Indonesia (BEI), demikian dilaporkan jabarpos.id.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengungkapkan bahwa konsep filantropi Islam yang terintegrasi dengan pasar modal sejatinya bukan hal baru. Ia menyebut, sistem ini telah beroperasi melalui berbagai aplikasi perdagangan saham syariah, memungkinkan investor menyalurkan dana wakaf maupun sedekah secara digital.

Istiqlal Buka Pintu Wakaf Lewat Cara Tak Terduga
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

BEI sendiri telah memperkenalkan program ini dalam pertemuan manajer investasi dengan Masjid Istiqlal di ajang Capital Market Expo Indonesia. "Filantropi Islam yang disalurkan ke Masjid Istiqlal akan dikelola secara profesional oleh manajer investasi, dan itu yang sedang kami kerjakan," kata Jeffrey saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Jeffrey menjelaskan lebih lanjut, instrumen yang dapat digunakan dalam program ini sangat beragam. Wakaf bisa disalurkan dalam bentuk saham, reksa dana, atau dana tunai yang kemudian akan dikelola oleh manajer investasi sesuai prinsip syariah.

Meski belum ada data terkini mengenai total dana yang terhimpun, Jeffrey memastikan bahwa program ini sudah mulai berjalan. Ia menegaskan komitmen BEI untuk terus mendukung pengembangan filantropi Islam yang terhubung dengan pasar modal syariah.

Ke depan, BEI berharap semakin banyak manajer investasi yang berpartisipasi dalam program ini. Peningkatan jumlah investor yang menyalurkan wakaf saham maupun wakaf reksa dana juga diharapkan, agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak pihak.

Sebelumnya, program Wakaf Saham Istiqlal ini telah diperkenalkan secara resmi pada akhir tahun 2025 oleh PT Majoris Asset Management bersama Istiqlal Global Fund di bawah Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI). Inisiatif wakaf produktif ini dirancang untuk mengintegrasikan prinsip syariah dengan mekanisme pasar modal, guna memperluas akses masyarakat dalam berwakaf.

Peluncuran program tersebut, yang dibuka oleh Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, menunjukkan dukungan kuat pemerintah terhadap penguatan peran wakaf sebagai instrumen pembangunan sosial yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Melalui kampanye "Yuk Wakaf Saham", yang merupakan tindak lanjut dari kerja sama Majoris Asset Management dan IGF-BPMI sejak Oktober 2025, masyarakat diajak berpartisipasi dalam wakaf melalui instrumen pasar modal syariah yang dinilai lebih relevan dengan profil investor masa kini.

Program ini hadir di tengah upaya nasional untuk mengembangkan wakaf dan keuangan syariah. Data Badan Wakaf Indonesia menunjukkan bahwa nilai wakaf uang yang terkumpul baru sekitar Rp3,5 triliun, jauh di bawah potensi wakaf nasional yang diperkirakan mencapai Rp181 triliun per tahun.

Kesenjangan signifikan antara realisasi dan potensi ini menggarisbawahi ruang besar bagi pengembangan wakaf produktif di Indonesia. Kehadiran instrumen seperti wakaf saham dan wakaf reksa dana diharapkan menjadi alternatif inovatif untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan filantropi Islam.

Related Post