Pria Gen Z Terjerat Pinjol OJK Beri Peringatan

Author Image

Endang Wulansari

15 September 2026, 12:04 WIB

Jakarta – Fenomena kredit macet di industri pinjaman daring (pindar) kini menjadi perhatian serius Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Data terbaru yang berhasil dihimpun jabarpos.id mengungkapkan bahwa kelompok usia produktif, khususnya pria dari generasi Z, mendominasi daftar peminjam bermasalah, mencapai hampir separuh dari total outstanding yang tersendat.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, dalam keterangan resminya pada Selasa (15/9/2026), membeberkan data yang mengkhawatirkan. Menurutnya, hingga Juli 2026, kelompok usia 19-34 tahun, atau yang dikenal sebagai Gen Z, menyumbang porsi 48,22% dari total outstanding bermasalah di industri pindar. Lebih lanjut, dari segi gender, kaum pria tercatat mendominasi dengan kontribusi 54,22% terhadap total kredit macet tersebut.

Pria Gen Z Terjerat Pinjol OJK Beri Peringatan
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Menyikapi tren ini, Agusman menegaskan bahwa OJK terus memantau ketat perkembangan kualitas pembiayaan pindar berdasarkan karakteristik debitur. Lembaga pengawas ini juga secara aktif mendorong para penyelenggara pindar untuk memperkuat kualitas credit scoring mereka dalam proses pemberian pembiayaan. Hal ini termasuk implementasi manajemen risiko yang lebih baik dan penerapan prinsip kehati-hatian guna meminimalisir potensi kredit bermasalah di masa mendatang.

Kekhawatiran OJK bukan tanpa alasan. Sebelumnya, pada Maret 2026, tingkat kredit bermasalah di sektor pindar tercatat hampir dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan industri keuangan non-bank lainnya. Sebagai perbandingan, non-performing financing (NPF) gross pada sektor multifinance hanya sebesar 2,83%, dan layanan buy now pay later (BNPL) mencatat 2,51%. Ironisnya, pertumbuhan outstanding pembiayaan pindar justru melesat pesat, mencapai di atas Rp100 triliun per Maret, menunjukkan ekspansi yang signifikan namun diiringi risiko yang tak kalah besar.

Related Post