Ada Apa Dengan Rupiah dan IHSG

Author Image

Endang Wulansari

18 September 2026, 06:31 WIB

Jakarta – Pergerakan pasar keuangan di Tanah Air pada Kamis, 17 September, menunjukkan dinamika yang menarik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan di zona hijau, meski sempat melemah di awal sesi. Namun, situasi berbeda terjadi pada nilai tukar Rupiah yang justru terkoreksi cukup dalam. Informasi ini dihimpun oleh jabarpos.id dari berbagai sumber terpercaya.

Tercatat, IHSG berhasil menguat tipis 0,4%, menutup hari perdagangan di level 6.462. Kenaikan ini memberikan sedikit optimisme di tengah volatilitas pasar. Namun, kegembiraan tersebut sedikit teredam oleh kinerja Rupiah. Mata uang Garuda tersebut harus rela terkoreksi, diperdagangkan pada level Rp 17.735 per Dolar Amerika Serikat pada penutupan perdagangan.

Ada Apa Dengan Rupiah dan IHSG
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Para pelaku pasar dan investor kini tengah mencermati sejumlah sentimen global maupun domestik yang disinyalir menjadi pemicu pergerakan kontras ini. Salah satu faktor eksternal yang terus membayangi adalah potensi kenaikan suku bunga acuan oleh bank sentral Amerika Serikat, The Fed. Kebijakan ini kerap memicu aliran modal keluar dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, yang berujung pada pelemahan mata uang lokal.

Di sisi domestik, wacana mengenai penerapan pajak bagi pedagang online juga menjadi perhatian serius. Kebijakan semacam ini, jika tidak dikelola dengan baik, berpotensi mempengaruhi iklim bisnis digital dan pada akhirnya berdampak pada sentimen pasar secara keseluruhan. Kombinasi antara tekanan eksternal dan isu domestik inilah yang menciptakan lanskap pasar yang kompleks, di mana IHSG mampu bertahan di zona hijau sementara Rupiah harus menghadapi tekanan.

Analisis lebih mendalam mengenai sentimen-sentimen ini dan proyeksi dampaknya terhadap pasar keuangan Indonesia akan terus menjadi fokus perhatian para ekonom dan pengamat pasar dalam beberapa waktu ke depan.

Related Post