Haji Isam Bidik Saham BYAN Harga Misteri

Author Image

Endang Wulansari

18 September 2026, 08:31 WIB

Jakarta – Dunia bisnis Tanah Air kembali dihebohkan dengan manuver strategis dari pengusaha kawakan Andi Syamsuddin Arsyad, atau yang akrab disapa Haji Isam. Melalui entitas perusahaannya, PT Jhonlin Baratama, Haji Isam dikabarkan tengah membidik sekitar 30% kepemilikan saham di raksasa batu bara PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Kabar ini, yang pertama kali diungkap oleh jabarpos.id, sontak menjadi perbincangan hangat di kalangan investor dan analis, terutama mengingat volatilitas pergerakan saham BYAN belakangan ini.

Dokumen keterbukaan informasi terbaru mengonfirmasi bahwa kesepakatan awal telah terjalin. Pendiri Bayan Resources, Low Tuck Kwong, bersama Elaine Low, telah meneken Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (Conditional Sale and Purchase of Shares Agreement) dengan PT Jhonlin Baratama pada tanggal 16 September 2026. Perjanjian ini secara spesifik mengatur rencana pengalihan sebanyak 10.000.000.500 lembar saham biasa BYAN, yang merepresentasikan sekitar 30% dari total saham yang beredar di publik. Penting untuk dicatat, proses transaksi ini belum final dan masih terikat pada pemenuhan berbagai persyaratan pendahuluan yang telah disepakati oleh kedua belah pihak.

Haji Isam Bidik Saham BYAN Harga Misteri
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Kabar akuisisi ini langsung memantik reaksi positif di lantai bursa. Pada penutupan perdagangan Kamis, 17 September 2026, saham BYAN tercatat menguat, ditutup pada level Rp11.525 per saham. Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 1,54% atau 175 poin dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp11.350. Sepanjang hari perdagangan, saham BYAN sempat menyentuh puncak Rp11.800 dan terendah Rp11.200. Jika mengacu pada harga penutupan tersebut, estimasi nilai pasar untuk 10 miliar saham BYAN yang menjadi target akuisisi Haji Isam mencapai angka fantastis sekitar Rp115,25 triliun. Perlu digarisbawahi, angka ini adalah valuasi berdasarkan harga pasar terkini, bukan harga kesepakatan transaksi yang belum diumumkan.

Pertanyaan besar yang kini menggelayuti benak pelaku pasar adalah, berapa harga pasti yang ditawarkan Haji Isam untuk porsi saham tersebut? Sebelumnya, sempat beredar rumor kuat bahwa Haji Isam pernah mengajukan penawaran sekitar US$3 miliar untuk menguasai sekitar 62% saham BYAN. Jika dikonversi dengan asumsi kurs Rp17.700 per dolar AS, nilai tersebut setara dengan Rp53,1 triliun. Dengan total saham BYAN sekitar 33,33 miliar lembar, harga penawaran rumor tersebut secara matematis hanya sekitar Rp2.500 per saham. Ini berarti, jika rumor itu benar, 10 miliar saham BYAN akan bernilai sekitar Rp25 triliun. Namun, jika dana Rp53,1 triliun dialokasikan untuk 30% saham BYAN, maka harga per sahamnya akan berada di kisaran Rp5.300. Angka-angka ini, tentu saja, masih sebatas simulasi berdasarkan desas-desus lama. Fakta menariknya, harga penutupan saham BYAN pada Kamis (17/9/2026) yang mencapai Rp11.525 per saham, jauh melampaui harga indikatif yang muncul dari rumor tersebut. Ini menimbulkan spekulasi bahwa harga kesepakatan sebenarnya mungkin jauh lebih tinggi.

Meskipun demikian, Bayan Resources dalam keterbukaan informasinya menegaskan bahwa transaksi ini masih dalam tahap bersyarat dan belum final. Penyelesaiannya sangat bergantung pada terpenuhinya sejumlah persyaratan pendahuluan yang telah disepakati. Pihak perseroan juga memastikan bahwa rencana transaksi ini tidak akan menimbulkan dampak material negatif yang berpotensi mengganggu operasional perusahaan, aspek hukum, kondisi finansial, maupun keberlangsungan usaha. Dengan adanya perjanjian terbaru ini, fokus pasar kini beralih pada pengumuman harga transaksi yang sesungguhnya, detail jumlah saham yang akan berpindah tangan, serta kapan seluruh persyaratan dapat dipenuhi. Investor akan terus memantau apakah akuisisi ini akan membawa perubahan signifikan pada struktur kepemilikan dan kendali Bayan Resources setelah seluruh proses tuntas.

Related Post