Ratusan Miliar Saham Tambang Dilepas Asing

Author Image

Endang Wulansari

18 September 2026, 08:04 WIB

Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis pekan lalu diwarnai aksi jual signifikan oleh investor asing, terutama pada sektor pertambangan. Menurut laporan jabarpos.id, total penjualan bersih (net sell) investor asing terhadap enam saham tambang utama mencapai angka fantastis Rp262,6 miliar. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menjadi primadona dalam daftar penjualan ini, dengan nilai bersih mencapai Rp147,8 miliar.

Data transaksi menunjukkan bahwa AMMN memimpin daftar penjualan bersih asing. Investor asing tercatat melepas saham AMMN senilai Rp272,5 miliar, sementara pembelian hanya mencapai Rp124,7 miliar, menghasilkan net sell Rp147,8 miliar. Selain AMMN, saham-saham raksasa tambang lainnya juga tak luput dari tekanan jual. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatatkan net sell Rp42,2 miliar, diikuti PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dengan Rp33,5 miliar.

Ratusan Miliar Saham Tambang Dilepas Asing
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Kemudian, PT Timah Tbk (TINS) mengalami net sell Rp13,8 miliar, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp13,5 miliar, dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dengan Rp11,8 miliar. Jika seluruh angka penjualan bersih dari keenam saham tersebut digabungkan, totalnya mencapai Rp262,6 miliar, menunjukkan skala pelepasan aset yang cukup besar oleh investor global.

Aksi jual pada saham AMMN ini juga memiliki dampak signifikan terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Saham AMMN tercatat sebagai pemberat terbesar indeks, menyumbang kontribusi negatif sebesar 11,20 poin. Diikuti oleh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang memberikan kontribusi negatif 2,76 poin.

Meskipun demikian, tekanan jual yang masif pada saham-saham pertambangan tidak serta merta menyeret IHSG ke zona merah. Indeks acuan tersebut justru berhasil ditutup menguat 0,40% atau naik 25,58 poin, mencapai level 6.462,43. Kenaikan ini didukung oleh mayoritas saham yang bergerak positif, dengan 407 saham menguat, 255 saham melemah, dan 301 saham tidak mengalami perubahan. Fenomena ini menunjukkan dinamika pasar yang menarik, di mana sektor tertentu mengalami tekanan jual hebat, namun kekuatan fundamental dari saham-saham lain mampu menopang pergerakan indeks secara keseluruhan.

Related Post