Suku Bunga BI Tak Naik Sesuai Prediksi

Author Image

Endang Wulansari

22 Oktober 2026, 04:31 WIB

Jabarpos.id – Keputusan mengejutkan datang dari otoritas moneter Indonesia. Bank Indonesia (BI) secara resmi memutuskan untuk tidak mengubah tingkat suku bunga acuan dalam pertemuan terbarunya. Langkah ini diambil di tengah ekspektasi pasar yang sebelumnya memprediksi adanya kenaikan suku bunga guna merespons dinamika ekonomi global.

Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan yang berlangsung pada 20-21 Oktober 2026, Bank Indonesia memilih untuk mempertahankan BI Rate pada level 5,75 persen. Keputusan ini disampaikan langsung oleh Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, pada Rabu (21/10/2026).

Suku Bunga BI Tak Naik Sesuai Prediksi
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Keputusan ini tergolong tidak terduga karena meleset dari proyeksi mayoritas para analis keuangan. Berdasarkan data survei yang dihimpun sebelumnya, sebagian besar pelaku pasar sebenarnya telah bersiap menghadapi pengetatan moneter. Hasil jajak pendapat terhadap 13 institusi keuangan menunjukkan bahwa mayoritas responden memperkirakan BI akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps), yang akan membawa BI Rate ke angka 6,00 persen.

Dari total responden yang terlibat, sebanyak 10 institusi keuangan memproyeksikan adanya kenaikan suku bunga. Sementara itu, hanya tiga lembaga keuangan yang memiliki pandangan serupa dengan kebijakan yang akhirnya diambil oleh Bank Indonesia, yakni mempertahankan suku bunga di level 5,75 persen.

Langkah BI untuk tetap stabil di angka 5,75 persen ini menunjukkan adanya kalkulasi yang sangat hati-hati dalam menjaga keseimbangan antara stabilitas nilai tukar rupiah dan pertumbuhan ekonomi domestik. Meskipun pasar mengharapkan kenaikan untuk memperkuat rupiah, BI tampaknya melihat bahwa level saat ini masih cukup memadai untuk mengendalikan tekanan inflasi tanpa harus membebani sektor riil secara berlebihan.

Perlu diingat bahwa sepanjang periode Mei hingga Juni 2026, Bank Indonesia sebenarnya telah melakukan langkah agresif dengan menaikkan suku bunga secara kumulatif sebesar 100 basis poin. Pada periode tersebut, BI menaikkan suku bunga dari level 4,75 persen menjadi 5,75 persen sebagai upaya preventif untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengantisipasi lonjakan inflasi yang mungkin terjadi.

Dengan mempertahankan suku bunga di level yang sama, BI memberikan sinyal bahwa kebijakan moneter saat ini sedang berada dalam fase observasi yang ketat. Para pelaku pasar kini tengah menunggu langkah selanjutnya dari bank sentral, terutama terkait bagaimana arah kebijakan moneter di sisa tahun 2026 ini, mengingat ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi. Keputusan ini diharapkan dapat memberikan ruang bagi perbankan dan sektor usaha untuk tetap bernapas di tengah upaya menjaga stabilitas makroekonomi nasional.

Related Post