Jabarpos.id – Bank Mandiri (BMRI) terus menunjukkan taringnya di industri perbankan nasional dengan mencatatkan performa keuangan yang sangat impresif. Memasuki periode krusial di sisa tahun 2026, raksasa perbankan milik negara ini telah menyiapkan peta jalan strategis guna memastikan pertumbuhan kinerja tetap berada di jalur yang positif dan berkelanjutan.
Dalam paparan kinerja terbaru, Direktur Finance and Strategy Bank Mandiri, Novita W. Anggraini, mengungkapkan bahwa perusahaan telah menetapkan tiga pilar utama yang akan menjadi fokus prioritas. Langkah ini diambil untuk memperkuat posisi pasar sekaligus memastikan efisiensi operasional tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi yang fluktuatif.
Prioritas pertama yang akan dijalankan oleh Bank Mandiri adalah melakukan ekspansi penyaluran kredit secara lebih selektif. Fokus utama dalam strategi ini adalah melalui penguatan ekosistem bisnis. Dengan menyasar ekosistem yang lebih luas dan terintegrasi, bank diharapkan dapat meminimalisir risiko kredit bermasalah sembari tetap mendorong pertumbuhan aset secara sehat.
Also Read
Selanjutnya, Bank Mandiri akan mengintensifkan strategi penghimpunan dana murah (CASA) yang berbasis pada volume transaksi. Dengan mendorong nasabah untuk lebih aktif bertransaksi melalui kanal perbankan mereka, bank dapat menekan biaya dana (cost of fund) dan meningkatkan margin keuntungan secara signifikan.
Pilar ketiga yang tidak kalah penting adalah akselerasi digitalisasi. Transformasi digital menjadi kunci bagi Bank Mandiri untuk meningkatkan produktivitas kerja dan profitabilitas secara keseluruhan. Melalui integrasi teknologi yang lebih mumpuni, layanan perbankan diharapkan menjadi lebih cepat, mudah, dan aman bagi seluruh lapisan nasabah.
"Target pertumbuhan terus kami evaluasi dengan mempertimbangkan realisasi kinerja, kondisi pasar, serta prospek ke depan. Kami tetap berkomitmen menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, kecukupan likuiditas, dan kualitas aset," ujar Novita dalam keterangannya pada Jumat (23/10/2026).
Berdasarkan data yang dihimpun, performa Bank Mandiri pada kuartal III 2026 memang patut diacungi jempol. Perusahaan berhasil membukukan laba bersih konsolidasi mencapai Rp45,5 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan sebesar 20,7% secara tahunan (year on year/YoY). Lonjakan laba ini didorong oleh ekspansi kredit yang agresif namun terukur, serta meningkatnya volume transaksi digital yang masif.
Kinerja intermediasi perseroan juga terlihat semakin solid. Secara bank only, penyaluran kredit Bank Mandiri telah menyentuh angka Rp1.605,8 triliun per September 2026, atau tumbuh 16% secara tahunan. Sejalan dengan itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mengalami kenaikan sebesar 17,7% YoY menjadi Rp1.750,2 triliun. Capaian ini mempertegas dominasi Bank Mandiri dalam menjaga kepercayaan nasabah di tengah persaingan perbankan yang semakin ketat.






