IHSG Melaju Kencang di Akhir Pekan

Author Image

Endang Wulansari

24 Oktober 2026, 08:31 WIB

Jabarpos.id – Pasar modal Indonesia menunjukkan performa yang sangat impresif pada penutupan perdagangan pekan ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri sesi perdagangan Jumat, 23 Oktober 2026, dengan catatan positif yang cukup signifikan. Indeks ditutup menguat ke level 5.439,26, atau melonjak sebesar 51,35 poin atau setara dengan kenaikan 0,95 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

Perjalanan IHSG sepanjang hari ini sebenarnya tidak berjalan mulus tanpa hambatan. Pada pembukaan pasar, indeks sempat memulai hari di level 5.397,34. Tekanan jual sempat menghantam pasar di awal sesi, yang menyebabkan indeks sempat merosot hingga menyentuh titik terendah harian di angka 5.366,29. Namun, optimisme investor perlahan kembali membuncah, mendorong indeks bergerak fluktuatif dengan tren yang cenderung naik.

IHSG Melaju Kencang di Akhir Pekan
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Memasuki sesi kedua, IHSG sempat mengalami koreksi tipis ke kisaran 5.395 sebelum akhirnya kembali menunjukkan taringnya. Menjelang penutupan pasar, indeks bahkan sempat menyentuh level tertinggi harian di angka 5.455,21. Meski sempat tertahan sedikit di akhir sesi, IHSG tetap mampu bertahan di zona hijau dengan angka penutupan yang solid.

Aktivitas transaksi di bursa juga terlihat sangat bergairah. Volume perdagangan tercatat mencapai 401,84 juta lot dengan nilai transaksi yang menyentuh angka fantastis, yakni Rp13,85 triliun. Dominasi penguatan terlihat jelas dari komposisi saham yang bergerak, di mana sebanyak 506 saham mencatatkan kenaikan harga, sementara 192 saham mengalami pelemahan, dan 265 saham lainnya bergerak stagnan tanpa perubahan harga.

Kenaikan ini dipicu oleh berbagai sentimen, baik dari dalam negeri maupun global. Di kancah internasional, kondisi Wall Street yang mengalami guncangan menjadi salah satu faktor yang dipantau ketat oleh para pelaku pasar. Sementara itu, di dalam negeri, perhatian investor tertuju pada arah kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, terutama terkait strategi pengelolaan sumber daya alam serta wacana perampingan struktur Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Sektor perbankan juga menjadi motor penggerak perhatian pasar. Pertumbuhan kredit perbankan yang mencapai level tertinggi dalam satu dekade terakhir memberikan sinyal positif bagi kesehatan ekonomi nasional. Selain itu, pelaku pasar tengah menantikan rilis data uang beredar bulan September 2026 dari Bank Indonesia guna melihat tren likuiditas setelah sempat melambat dalam dua bulan terakhir.

Tak hanya itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) juga tengah bersiap melakukan perubahan fundamental dalam penghitungan indeks. Mulai 2 November 2026, saham dengan kategori High Shareholding Concentration (HSC) tidak akan lagi dimasukkan dalam perhitungan IHSG. Langkah ini diambil agar indeks dapat lebih akurat dalam mencerminkan dinamika pasar yang sesungguhnya, sebuah kebijakan yang kini tengah disimak dengan seksama oleh seluruh investor di tanah air.

Related Post