Kredit Bank Mandiri Melaju Pesat ke Rp1605 Triliun

Author Image

Endang Wulansari

24 Oktober 2026, 15:04 WIB

Jabarpos.id – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) kembali menunjukkan taringnya di sektor perbankan nasional dengan mencatatkan performa keuangan yang sangat impresif. Hingga periode September 2026, penyaluran kredit bank saja (bank only) milik emiten kode saham BMRI ini berhasil menembus angka fantastis sebesar Rp1.605,8 triliun.

Pencapaian ini menandakan pertumbuhan yang sangat signifikan, yakni mencapai 16 persen secara tahunan (year on year/YoY). Lonjakan angka ini tidak terjadi begitu saja, melainkan merupakan buah manis dari strategi ekspansi pembiayaan berbasis ekosistem yang dijalankan secara agresif oleh manajemen. Strategi tersebut dirancang untuk menjangkau berbagai lapisan ekonomi, mulai dari korporasi raksasa, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), hingga kebutuhan konsumer masyarakat luas.

Kredit Bank Mandiri Melaju Pesat ke Rp1605 Triliun
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, mengungkapkan bahwa fundamental perusahaan saat ini sedang berada dalam kondisi yang sangat kuat. Menurutnya, pertumbuhan bisnis yang solid harus dibarengi dengan kualitas aset yang tetap terjaga dengan baik.

"Pertumbuhan kredit hingga September yang mencapai 16 persen secara tahunan mencerminkan komitmen penuh kami dalam meningkatkan aktivitas usaha dan memperkuat posisi di pasar," ujar Novita dalam sebuah konferensi pers virtual, Jumat (23/10/2026).

Tidak hanya dari sisi penyaluran kredit, sisi pendanaan juga menunjukkan tren positif. Bank Mandiri berhasil menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp1.750,2 triliun per September 2026, atau tumbuh 17,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Secara keseluruhan, total aset perseroan pun ikut meroket hingga menyentuh angka Rp2.404,1 triliun, naik 20,1 persen secara tahunan.

Menilik lebih dalam ke struktur kreditnya, Direktur Operations Bank Mandiri, Timothy Utama, menjelaskan bahwa kredit korporasi menjadi motor penggerak utama dengan nilai mencapai Rp700 triliun atau tumbuh 22 persen YoY. Sementara itu, kredit ekosistem turunan yang meliputi segmen SME, mikro, dan konsumer tercatat sebesar Rp174 triliun, naik 9 persen YoY.

Timothy menekankan bahwa pendekatan ekosistem ini bertujuan untuk menciptakan konektivitas layanan. Dengan menghubungkan perusahaan besar dengan rantai pasoknya, Bank Mandiri dapat memberikan akses pembiayaan kepada pelaku usaha kecil dan individu yang terlibat dalam aktivitas bisnis tersebut. Hal ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama di daerah-daerah.

Selain pertumbuhan angka, aspek kesehatan bank juga menjadi sorotan. Bank Mandiri berhasil menjaga kualitas kredit dengan sangat baik. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) di segmen korporasi berada di level sangat rendah, yakni 0,3 persen. Sementara itu, NPL untuk kredit ekosistem turunan berada di angka 0,90 persen.

"Kualitas ini adalah hasil dari penguatan tata kelola, prinsip kehati-hatian, serta penyempurnaan bisnis wholesale yang telah kami bangun selama puluhan tahun," pungkas Timothy. Dengan NPL coverage ratio yang mencapai 243 persen, Bank Mandiri tampak sangat siap menghadapi dinamika ekonomi ke depan.

Related Post