Jabarpos.id – Langkah strategis diambil oleh Sandiaga Salahuddin Uno dalam memperkuat portofolio investasinya di pasar modal. Berdasarkan data keterbukaan informasi terbaru dari Bursa Efek Indonesia (BEI), sosok yang kini menjabat sebagai Presiden Komisaris PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU) tersebut tercatat melakukan aksi borong saham perusahaan secara masif.
Tidak tanggung-tanggung, Sandiaga mengucurkan dana hampir mencapai Rp1 miliar untuk menambah kepemilikan sahamnya di emiten tersebut. Secara rinci, ia berhasil mengumpulkan sebanyak 9,51 juta lembar saham MUTU dalam rangkaian transaksi yang dilakukan selama lima hari perdagangan terakhir.
Aksi akumulasi saham ini dilakukan secara bertahap dengan strategi harga yang cukup terukur. Sandiaga membeli saham MUTU pada rentang harga Rp100 hingga Rp109 per lembar. Jika ditotal, nilai transaksi yang dikeluarkan mencapai Rp999,49 juta.
Also Read
Menilik kronologi transaksinya, pergerakan dimulai pada Senin, 26 Oktober 2026. Pada hari tersebut, Sandiaga membeli 4,4 juta saham dengan kisaran harga Rp105 hingga Rp109 per lembar, yang setara dengan nilai Rp469,6 juta. Transaksi terbesar pada hari pertama ini mencakup 1,9 juta saham di harga Rp106 dan 1,6 juta saham di harga Rp107.
Memasuki hari kedua, yakni Selasa, 27 Oktober 2026, ia terus menambah posisi dengan membeli 2.159.700 saham pada rentang harga Rp101 hingga Rp107. Nilai transaksi pada hari Selasa ini tercatat sekitar Rp226,83 juta.
Konsistensi pembelian berlanjut pada Rabu, 28 Oktober 2026, di mana ia menyerap 2.040.300 saham dengan nilai transaksi mencapai Rp209,18 juta. Rangkaian aksi beli ini ditutup pada Kamis, 29 Oktober 2026, dengan pembelian terakhir sebanyak 915.000 saham yang tersebar di harga Rp102 hingga Rp103, dengan total nilai sekitar Rp93,88 juta.
Berdasarkan seluruh rangkaian transaksi tersebut, harga rata-rata perolehan saham Sandiaga berada di level Rp105 per lembar. Perubahan ini sangat signifikan mengingat sebelumnya Sandiaga tercatat tidak memiliki kepemilikan saham sama sekali (0,00%) di PT Mutuagung Lestari Tbk. Setelah aksi borong ini, kepemilikannya melonjak drastis menjadi 9.515.000 saham atau setara dengan 0,2756% hak suara di perusahaan.
Seluruh transaksi ini dilakukan secara langsung melalui klasifikasi saham biasa tanpa melibatkan perjanjian pembelian kembali (repurchase agreement). Dalam laporan keterbukaan informasinya, tujuan dari transaksi besar ini murni untuk kepentingan investasi. Selain itu, pihak perusahaan menegaskan bahwa aksi beli ini tidak dimaksudkan untuk mengambil alih pengendalian perusahaan.
Langkah Sandiaga Uno ini menarik perhatian para pelaku pasar, mengingat posisi strategisnya di perusahaan tersebut. Akumulasi saham oleh pemegang saham pengendali atau pejabat tinggi perusahaan seringkali dipandang sebagai sinyal kepercayaan terhadap prospek bisnis emiten di masa depan.





