Laba Chandra Asri Merosot Tajam

Author Image

Endang Wulansari

30 Oktober 2026, 12:31 WIB

Jabarpos.id – Kinerja keuangan PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) menunjukkan dinamika yang kontras pada periode berjalan tahun 2026. Berdasarkan laporan keuangan terbaru yang dirilis ke Bursa Efek Indonesia (BEI), raksasa industri petrokimia ini mencatatkan penurunan laba yang sangat signifikan pada kuartal ketiga tahun ini.

Berdasarkan data laporan keuangan konsolidasian per 30 September 2026, laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar US$279,81 juta atau setara dengan Rp5,08 triliun (menggunakan kurs Rp18.156 per US$). Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (year-on-year/YoY), angka tersebut menunjukkan kemerosotan drastis hingga mencapai 78,4%. Pada tahun lalu, perusahaan mampu mengantongi laba sebesar US$1,30 miliar.

Laba Chandra Asri Merosot Tajam
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Fenomena ini menjadi sorotan karena di balik anjloknya laba bersih, perusahaan justru mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang cukup impresif. Pendapatan perseroan melonjak sebesar 60,5% secara tahunan (YoY), naik dari US$5,10 miliar menjadi US$8,19 miliar. Hal ini mengindikasikan bahwa aktivitas bisnis dan volume penjualan perusahaan sebenarnya masih tumbuh kuat di pasar.

Namun, lonjakan pendapatan tersebut tidak mampu membendung pembengkakan biaya operasional yang sangat besar. Salah satu faktor utama yang menekan margin keuntungan adalah kenaikan biaya bahan baku serta beban produksi dan manufaktur. Biaya di sektor ini melonjak 40,77% YoY, dari sebelumnya US$5,13 miliar menjadi US$7,23 miliar.

Selain beban produksi, tekanan terhadap laba juga datang dari sektor keuangan. Beban keuangan perusahaan mengalami kenaikan dari US$178,68 juta menjadi US$306,25 juta. Kondisi ini diperparah dengan meningkatnya pos beban lainnya, termasuk beban penyusutan, beban penjualan, serta beban umum dan administrasi yang secara akumulatif menggerus profitabilitas perusahaan.

Ada satu faktor krusial lainnya yang menyebabkan perbedaan tajam antara laba tahun lalu dan tahun ini. Pada akhir September tahun lalu, TPIA sempat menikmati keuntungan dari pembelian dengan diskon yang nilainya mencapai US$1,81 miliar. Namun, pada akhir kuartal III-2026, pos keuntungan tersebut sudah tidak ada atau nihil, sehingga tidak lagi memberikan kontribusi positif terhadap laba bersih perusahaan.

Meskipun menghadapi tantangan berat pada sisi profitabilitas, secara keseluruhan aset perusahaan menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Total aset perseroan tercatat naik 15,4% dari US$12,32 miliar pada akhir tahun 2025 menjadi US$14,22 miliar pada kuartal III-2026. Hal ini menunjukkan bahwa secara fundamental, skala bisnis Chandra Asri terus berkembang meskipun efisiensi biaya menjadi tantangan utama di tahun ini.

Related Post