IHSG Anjlok Tajam Tembus Level Psikologis

Author Image

Endang Wulansari

3 November 2026, 12:31 WIB

Jabarpos.id – Pasar modal Indonesia tengah mengalami guncangan hebat pada perdagangan sesi pertama hari ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau merosot tajam hingga menembus level psikologis penting. Berdasarkan data perdagangan terbaru, indeks yang sempat menunjukkan optimisme di awal sesi justru berbalik arah menjadi tren penurunan yang cukup dalam.

Perjalanan IHSG pada hari ini tergolong sangat fluktuatif dan penuh drama. Pada saat bel pembukaan berbunyi, para investor sebenarnya sempat menyambut positif dengan membawa indeks ke level 5.126,53. Bahkan, sempat terjadi reli singkat yang mendorong IHSG menyentuh titik tertinggi harian di level 5.143,58. Namun, euforia tersebut tidak berlangsung lama. Tekanan jual yang masif mulai mendominasi pasar tak lama setelah pembukaan, memaksa indeks untuk terus merosot.

IHSG Anjlok Tajam Tembus Level Psikologis
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Upaya untuk melakukan pemulihan atau rebound sempat terlihat pada pukul 10.00 WIB, di mana indeks mencoba merangkak naik ke area 5.040-an. Sayangnya, momentum tersebut gagal dipertahankan. Gelombang aksi jual kembali menghantam pasar dan menyeret IHSG jatuh di bawah angka psikologis 5.000. Menjelang pukul 11.00 WIB, kondisi semakin memburuk saat IHSG menyentuh titik terendah harian di level 4.950,55. Jika dihitung dari puncak tertingginya, indeks telah kehilangan nilai sekitar 3%.

Aktivitas transaksi di bursa menunjukkan volume yang cukup besar, mencapai 137,99 juta lot dengan nilai transaksi yang menyentuh angka Rp5,36 triliun. Hal ini mengindikasikan adanya pergerakan modal yang signifikan di tengah ketidakpastian pasar.

Kondisi merah yang menghiasi bursa domestik ternyata tidak berdiri sendiri. Pelemahan IHSG ini sejalan dengan sentimen negatif yang juga menyapu sebagian besar bursa saham di kawasan Asia Pasifik. Berdasarkan pantauan pasar regional, bursa Korea Selatan menjadi yang paling terdampak. Indeks Kospi dilaporkan anjlok drastis sebesar 3,74% atau kehilangan sekitar 219,41 poin, menjadikannya salah satu yang terlemah di kawasan.

Tak hanya Korea Selatan, bursa raksasa lainnya seperti Jepang juga mengalami tekanan. Indeks Nikkei 225 terpantau melemah 0,33%. Begitu pula dengan bursa China, di mana indeks Shanghai Composite terkoreksi 0,71% dan Shenzhen Component turun tipis 0,16%.

Meski demikian, tidak semua bursa di Asia mengalami nasib serupa. Di tengah badai pelemahan, bursa Hong Kong justru menunjukkan ketahanan dengan indeks Hang Seng yang menguat 0,52%. Tren positif juga terlihat di Australia, di mana indeks S&P/ASX 200 berhasil naik tipis 0,33%. Perbedaan arah pergerakan antar bursa ini menunjukkan bahwa dinamika ekonomi di kawasan Asia sedang mengalami divergensi yang cukup tajam.

Related Post