Potensi Investasi AI di Indonesia Melimpah

Author Image

Endang Wulansari

3 November 2026, 12:04 WIB

Jabarpos.id – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) diprediksi akan menjadi motor penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi digital di tanah air. Tren penggunaan AI yang semakin masif di berbagai sektor bisnis membuka pintu lebar bagi masuknya aliran modal asing maupun domestik ke Indonesia.

Presiden Direktur Bank DBS Indonesia, Lim Chu Chong, mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini berada di posisi yang sangat strategis untuk memanfaatkan momentum ini. Menurutnya, besarnya pasar domestik yang didukung oleh pertumbuhan ekonomi digital yang pesat menjadi daya tarik utama bagi para pelaku industri teknologi global.

Potensi Investasi AI di Indonesia Melimpah
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Indonesia memiliki pasar domestik yang sangat besar dan ekonomi digital yang terus tumbuh seiring dengan meningkatnya adopsi AI oleh para pelaku bisnis," ujar Lim dalam acara Coffee Morning bertajuk "Melampaui Adopsi AI: Apa Peran Indonesia dalam Ekonomi AI?" di Jakarta.

Lim menekankan bahwa peluang yang muncul dari revolusi AI ini tidak hanya sebatas pada penggunaan teknologinya saja. Lebih jauh lagi, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengambil peran sentral dalam ekosistem ekonomi yang digerakkan oleh AI secara global. Lonjakan permintaan terhadap infrastruktur pendukung, seperti pusat data (data center) dan kapasitas komputasi, dipastikan akan terus meningkat tajam seiring dengan kebutuhan pengolahan data yang semakin kompleks.

Namun, untuk mewujudkan potensi tersebut menjadi realitas ekonomi yang nyata, Indonesia harus segera menyiapkan fondasi yang kokoh. Lim menyebutkan ada beberapa pilar utama yang harus diperkuat guna membangun ekosistem AI yang berkelanjutan.

"Kita membutuhkan ekosistem yang tepat, mulai dari ketersediaan energi yang andal, pasokan air yang memadai untuk operasional pusat data, konektivitas internet yang kuat, hingga ketersediaan talenta digital yang terampil," jelasnya. Selain aspek teknis, faktor keamanan siber dan ketersediaan modal juga menjadi kunci utama.

Lebih lanjut, Lim mengingatkan bahwa investor dan lembaga pemberi pinjaman memerlukan kepastian sebelum menanamkan modal dalam skala besar. Ia menyebutkan bahwa proyek-proyek AI harus memiliki kelayakan komersial yang jelas. "Investor membutuhkan permintaan pasar yang nyata, eksekusi proyek yang kredibel, arus kas yang sehat, serta regulasi pemerintah yang konsisten untuk menjaga keberlangsungan investasi jangka panjang," tambahnya.

Menanggapi tren ini, DBS Indonesia menyatakan komitmennya untuk terus mendukung transformasi digital di Indonesia. Perusahaan telah aktif bekerja sama dengan berbagai pelaku industri untuk mengevaluasi peluang investasi, menyusun skema pembiayaan yang tepat, serta menghubungkan pengusaha lokal dengan mitra modal di seluruh wilayah Asia.

"Kami di DBS Indonesia telah memfokuskan perhatian pada sektor ini. Bahkan, penyaluran kredit kami untuk mendukung sektor teknologi ini terus menunjukkan pertumbuhan yang konsisten selama dua tahun terakhir. Kami sangat terbuka untuk memperluas kerja sama bisnis di bidang ini," tutup Lim.

Related Post