Jabarpos.id – Sektor ketahanan pangan nasional tengah bersiap menyambut perubahan besar melalui transformasi industri unggas yang lebih modern. Badan Pengelola (BP) BUMN bersama Danantara kini tengah mematangkan langkah untuk mengembangkan industri peternakan ayam terintegrasi yang berbasis teknologi tinggi. Proyek ambisius ini dirancang bukan sekadar untuk meningkatkan produksi, melainkan untuk menetapkan standar baru dalam ekosistem peternakan di Indonesia.
Kepala BP BUMN yang juga menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa fokus utama dari pengembangan ini adalah menciptakan sebuah ekosistem yang efisien, produktif, dan memiliki daya saing yang kuat di pasar. Menurutnya, fasilitas peternakan yang akan dibangun harus mencerminkan kemajuan teknologi terkini guna memastikan kualitas operasional yang optimal.
Dalam sebuah pertemuan strategis bersama jajaran direksi PTPN I, PTPN III, RNI, dan PT Berdikari di Wisma Danantara, Dony menegaskan bahwa visi mereka adalah menghadirkan peternakan kelas dunia. Ia menekankan pentingnya aspek kebersihan, keteraturan manajemen, dan integrasi bisnis yang menyeluruh. "Saya ingin melihat peternakan yang integratif dan terbaik di Indonesia. Kelasnya harus canggih, bersih, dan tertata rapi," tegas Dony sebagaimana dikutip dari informasi resmi.
Also Read
Lebih lanjut, Dony menjelaskan bahwa dalam mengambil langkah ekspansi, pihaknya tidak hanya terpaku pada besaran nilai modal yang digelontorkan. Parameter utama dalam setiap keputusan investasi adalah potensi imbal hasil atau return on investment (ROI) yang dapat dihasilkan. Strategi ini diambil agar setiap langkah bisnis yang dilakukan perusahaan dapat memberikan keuntungan yang berkelanjutan dan memastikan perusahaan menjadi pemimpin pasar di industrinya.
"Investasi itu bukan soal seberapa besar atau kecil nilainya, melainkan seberapa bagus imbal hasilnya. Selama ROI-nya menjanjikan, kita akan berinvestasi. Intinya, saat masuk ke sebuah industri, kita harus menjadi pemenang," tambahnya.
Selain mengejar profitabilitas, Dony juga menyoroti pentingnya kualitas manajemen dalam setiap proyek pengembangan di daerah. Ia menegaskan bahwa setiap proyek yang dijalankan di berbagai wilayah Indonesia harus mampu menjadi tolok ukur atau benchmark bagi pelaku industri lainnya secara nasional. Oleh karena itu, pemilihan lokasi dan pelaksanaan investasi akan dilakukan secara profesional, objektif, serta menjunjung tinggi transparansi tanpa adanya konflik kepentingan.
Salah satu proyek strategis dalam rangkaian Proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi ini berlokasi di Malang, Jawa Timur. Fasilitas canggih tersebut ditargetkan dapat rampung dan beroperasi sepenuhnya pada Mei 2027. Proyek ini diprediksi akan menjadi salah satu tonggak penting dalam ketahanan pangan nasional, di mana peresmiannya diharapkan dapat dihadiri langsung oleh Presiden dan menteri terkait.
Melalui inisiatif ini, BP BUMN dan Danantara berkomitmen untuk menghadirkan model industri peternakan yang kompetitif. Langkah ini diharapkan tidak hanya memperkuat ekosistem pangan nasional, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan bagi masyarakat dan negara melalui modernisasi sektor agribisnis.






