IHSG Berhasil Bangkit dan Jadi Rebutan Asing

Author Image

Endang Wulansari

5 November 2026, 08:04 WIB

Jabarpos.id – Pasar modal Indonesia menunjukkan ketangguhannya di tengah tekanan pasar yang sempat menghantui. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil membalikkan keadaan dan menutup perdagangan pada Rabu (4/11/2026) dengan performa positif. Setelah sempat mengalami tekanan di awal sesi, indeks mampu melakukan aksi pembalikan arah atau rebound hingga berakhir di zona hijau.

Berdasarkan data penutupan pasar, IHSG tercatat menguat sebesar 15,48 poin atau naik tipis 0,32 persen ke level 4.919,77. Keberhasilan ini menjadi angin segar bagi para pelaku pasar setelah sebelumnya sempat dibayangi kekhawatiran akan koreksi yang lebih dalam. Meskipun kenaikannya tidak terlalu signifikan, kemampuan indeks untuk bertahan di zona positif menunjukkan adanya dukungan beli yang cukup kuat di pasar.

IHSG Berhasil Bangkit dan Jadi Rebutan Asing
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Namun, jika melihat komposisi pergerakan saham secara individual, kondisi pasar sebenarnya cukup kontras. Mayoritas saham justru berakhir melemah atau berada di zona merah. Tercatat sebanyak 439 saham mengalami penurunan harga, sementara hanya 190 saham yang berhasil mencatatkan penguatan. Sisanya, sebanyak 88 saham, mengalami penurunan yang cukup tajam atau "tiarap". Fenomena ini menunjukkan bahwa penguatan indeks lebih didorong oleh beberapa saham berkapitalisasi besar (blue chip) yang mampu menahan laju penurunan pasar secara keseluruhan.

Aktivitas perdagangan pada hari tersebut juga tergolong cukup ramai. Volume perdagangan menyentuh angka 266,65 juta saham dengan frekuensi transaksi mencapai 1,23 juta kali. Dari sisi nilai, arus uang yang berputar di bursa mencapai angka yang fantastis, yakni menembus Rp10,77 triliun.

Menariknya, di tengah dominasi saham yang melemah, investor asing justru menunjukkan kepercayaan diri dengan melakukan aksi borong. Alih-alih melakukan aksi jual masif, investor mancanegara justru mencatatkan aksi beli bersih (net foreign buy) yang cukup signifikan. Di seluruh pasar, investor asing menyuntikkan dana bersih sebesar Rp257,94 miliar. Jika dikerucutkan pada pasar reguler, angka pembelian bersih tersebut mencapai Rp264,64 miliar.

Meski demikian, di pasar negosiasi dan pasar tunai, investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp6,70 miliar. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran strategi dari investor global yang lebih memilih mengumpulkan saham-saham potensial di pasar reguler.

Aksi beli bersih oleh investor asing ini menjadi sinyal penting bagi para trader lokal. Ketika indeks sedang mengalami tekanan atau koreksi, masuknya aliran dana asing ke saham-saham tertentu seringkali dianggap sebagai indikasi bahwa saham tersebut memiliki fundamental yang kuat atau sedang berada di harga yang murah.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Stockbit, terdapat sepuluh saham yang menjadi incaran utama para investor asing dalam perdagangan Rabu tersebut. Saham-saham ini kompak masuk dalam daftar antrean beli asing, yang menandakan adanya akumulasi yang dilakukan oleh pemain besar di tengah fluktuasi pasar. Kehadiran aliran dana asing ini diharapkan dapat menjadi katalis positif bagi penguatan IHSG pada sesi perdagangan berikutnya.

Related Post