Beranda / Berita / Pasar Keuangan AS Bergejolak, Ada "Kecoak" Tersembunyi?

Pasar Keuangan AS Bergejolak, Ada "Kecoak" Tersembunyi?

Pasar Keuangan AS Bergejolak, Ada "Kecoak" Tersembunyi?

Jabarpos.id – Pasar keuangan Amerika Serikat (AS) tengah dilanda gejolak yang dipicu oleh kekhawatiran akan risiko sistemik baru. Dugaan kredit macet di industri keuangan non-bank (NDFI) menjadi sorotan utama para pelaku pasar.

Gejala awal terlihat pada Kamis lalu, dengan anjloknya saham-saham di bursa AS. Dow Jones Industrial Average merosot lebih dari 300 poin, mencerminkan kekhawatiran terhadap kesehatan bank-bank regional. Indeks SPDR S&P Regional Banking ETF (KRE) yang mengukur kinerja saham bank regional juga mengalami penurunan signifikan.

Pasar Keuangan AS Bergejolak, Ada "Kecoak" Tersembunyi?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Menurut laporan jabarpos.id, penurunan tajam saham Zions Bancorporation dan Western Alliance Bancorp menjadi pemicu utama kekhawatiran tersebut. Awalnya, analis perbankan berpendapat bahwa kejadian ini bersifat insidental dan tidak akan memicu penurunan lebih lanjut. Mereka beranggapan masalah di Zion dan Western Alliance hanya terkait dengan segelintir peminjam bermasalah.

Baca juga:  Kejutan di Perusahaan Udang Kaesang Direktur Mendadak Pamit

Namun, rentetan kredit macet yang terjadi dengan cepat dan reaksi negatif dari pasar saham mengindikasikan bahwa investor kini lebih waspada terhadap potensi risiko yang lebih besar. CEO JPMorgan, Jamie Dimon, bahkan menyebutkan kemungkinan adanya "kecoak" lain di industri keuangan AS, setelah banknya melakukan penghapusan piutang yang cukup besar pada kuartal ketiga.

Mike Mayo, analis bank dari Wells Fargo Securities, mengamini pernyataan Dimon. Menurutnya, investor kini tengah mencari "kecoak" tersembunyi di balik permukaan.

Baca juga:  Rahasia Terungkap! Ini Biang Kerok yang Bikin Dompet Warga RI Kering

Kekhawatiran meluas tertuju pada pinjaman di lembaga keuangan non-deposito (NDFI). NDFI, seperti perusahaan hipotek, asuransi, dan manajer aset swasta, menyediakan sumber modal alternatif bagi peminjam di luar bank tradisional. Namun, NDFI di AS kurang transparan dan tidak diatur seketat bank, sehingga menimbulkan risiko leverage yang tidak diketahui dampaknya pada sistem keuangan yang lebih luas.

Data dari Federal Reserve menunjukkan pinjaman kepada NDFI oleh bank komersial telah melonjak lebih dari 50% secara tahunan pada tahun 2025, menjadi perubahan data terbesar sejak 2016. Peter Corey, kepala strategi pasar di Pave Finance, menyoroti standar pinjaman NDFI yang lebih longgar dan masalah transparansi aliran kredit bank ke NDFI sebagai faktor yang memperburuk kekhawatiran pasar.

Baca juga:  Siapakah Mereka? 3 Raksasa Dunia Berebut Proyek Sampah Jadi Energi di Indonesia

Kredit swasta seperti NDFI juga belum teruji dalam kondisi ekonomi yang melemah. Macrae Sykes, manajer portofolio Gabelli Financial Services Opportunities ETF (GABF), mencatat bahwa kondisi makroekonomi saat ini sebenarnya menguntungkan bagi perbankan.

Meskipun demikian, investor tetap waspada terhadap risiko yang dapat timbul dari konsekuensi pinjaman bermasalah dari NDFI ke perbankan, mengingat porsi pembiayaan yang terus membengkak.