Beranda / Berita / Dari Marbot Masjid Jadi Miliarder: Kisah Sayat yang Mengubah Hidup dalam Semalam

Dari Marbot Masjid Jadi Miliarder: Kisah Sayat yang Mengubah Hidup dalam Semalam

Dari Marbot Masjid Jadi Miliarder: Kisah Sayat yang Mengubah Hidup dalam Semalam

jabarpos.id – Kisah inspiratif datang dari seorang marbot masjid di Magelang, Jawa Tengah, yang mendadak menjadi miliarder setelah memenangkan undian sebesar Rp1 miliar. Sayat, pria berusia 72 tahun, yang sehari-harinya menjaga kebersihan masjid dan mencari nafkah tambahan sebagai tukang becak, mengalami perubahan hidup yang luar biasa.

Sebelumnya, Sayat adalah seorang tentara dengan pangkat Sersan Satu yang pernah berjuang membela negara di Magelang. Setelah pensiun, ia beralih profesi menjadi tukang becak dan marbot masjid untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan membayar sewa rumah. Puluhan tahun hidup dalam keterbatasan ekonomi, Sayat selalu mencari cara untuk mengubah nasibnya, salah satunya dengan membeli kupon undian Sumbangan Dermawan Sosial Berhadiah (SDSB).

Baca juga:  IHSG Bergoyang, Perang Iran Jadi Biang Kerok?
Dari Marbot Masjid Jadi Miliarder: Kisah Sayat yang Mengubah Hidup dalam Semalam
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

SDSB, undian yang populer di era 1980-an, memberikan harapan bagi banyak orang untuk meraih impian. Sayat pun tak ketinggalan, ia selalu menyisihkan uang untuk membeli kupon undian dengan harapan bisa mendapatkan hadiah utama. Hingga akhirnya, pada Rabu, 9 Mei 1990, keajaiban itu datang.

Saat radio pemerintah mengumumkan nomor pemenang SDSB, Sayat terkejut mendengar nomor kuponnya disebutkan. "Delapan, empat, sembilan, tiga, tujuh…. dan terakhir sembilan!," ujar penyiar radio, seperti dikutip jabarpos.id dari harian Waspada (17 Mei 1990). Sayat resmi menjadi salah satu pemenang undian SDSB periode ke-14 dan berhak atas hadiah sebesar Rp1 miliar.

Baca juga:  Rahasia Cuan Miliaran dari Modal 30 Juta?

"Saya menang karena rahmat Tuhan Yang Maha Esa," ungkap Sayat kepada jabarpos.id dari pewarta Pelita. Pada tahun 1990, uang Rp1 miliar adalah jumlah yang sangat besar. Dengan uang itu, Sayat bisa membeli belasan rumah mewah di Pondok Indah atau memborong 50 Kg emas. Jika dikonversikan ke nilai sekarang, uang Rp1 miliar pada tahun 1990 setara dengan Rp96 miliar.

Kisah Sayat menjadi viral dan menarik perhatian media. Surat kabar Angkatan Bersenjata (22 Mei 1990) melaporkan bahwa Sayat dan istrinya langsung pergi ke Jakarta untuk mengambil hadiah. Saking terkejutnya, Sayat bahkan sempat pingsan karena tak pernah membayangkan akan menjadi miliarder.

Baca juga:  Awas! Komentar Sembarangan Soal Saham, Influencer Bisa Dipenjara

Kepada media, Sayat mengungkapkan rencananya untuk menggunakan uang tersebut. Ia ingin membeli rumah, menyumbangkan sebagian uangnya kepada pedagang asongan, dan merenovasi masjid yang selama ini ia urus. Sisanya, akan ia simpan untuk masa depan anak cucunya.

Kisah Sayat menjadi fenomena tersendiri di era Presiden Soeharto. SDSB, yang saat itu dilegalkan oleh pemerintah, menjadi kontroversi karena dianggap sebagai bentuk perjudian. Kini, segala bentuk perjudian dilarang oleh pemerintah.