Beranda / Berita / Pemecatan Mengejutkan Bos Besar British Petroleum

Pemecatan Mengejutkan Bos Besar British Petroleum

Pemecatan Mengejutkan Bos Besar British Petroleum

Chairman British Petroleum (BP), Albert Manifold, diberhentikan dari jabatannya kemarin, memicu kehebohan di kalangan industri energi global. Menurut laporan jabarpos.id, keputusan mendadak ini disebut-sebut dipicu oleh masalah tata kelola, pengawasan, dan perilaku yang dianggap tidak pantas. Namun, Manifold dengan tegas membantah semua tudingan tersebut, menyebutnya sebagai narasi yang tidak benar dan tanpa dasar.

Keputusan untuk mencopot Manifold datang dari dewan direksi BP. Amanda Blanc, direktur independen senior, mengakui bahwa Manifold telah membawa "fokus dan kecepatan yang disambut baik pada transformasi BP." Namun, ia menambahkan bahwa dewan "terkejut dan kecewa mengetahui adanya masalah pengawasan tata kelola dan perilaku yang dianggap tidak dapat diterima." Pernyataan ini mengindikasikan adanya pelanggaran serius yang ditemukan oleh manajemen puncak perusahaan, meskipun rincian spesifiknya belum diungkap ke publik.

Baca juga:  Indomobil Kuasai Nissan Indonesia Langkah Besar Industri Otomotif
Pemecatan Mengejutkan Bos Besar British Petroleum
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Manifold sendiri tidak tinggal diam menanggapi pemecatan dirinya. Dalam keterangan yang disampaikan kepada sejumlah media, ia mengecam keras keputusan tersebut. "Saya sepenuhnya membantah penggambaran perilaku saya," tegasnya. Ia juga mengklaim diberhentikan tanpa peringatan atau penjelasan yang jelas, padahal selama menjabat sebagai ketua BP, ia merasa telah berupaya keras melakukan pembenahan signifikan. Manifold menyebut dirinya telah memangkas biaya, menantang pemborosan, dan menuntut standar yang lebih tinggi dari organisasi.

Baca juga:  Rahasia Ekonomi RI Tetap Tangguh? Bos BI Bongkar di Depan Investor AS!

Di balik layar, sumber anonim yang dikutip oleh Financial Times memberikan gambaran lain mengenai dinamika internal di BP. Beberapa direktur lain dilaporkan memandang Manifold terlalu agresif dan percaya bahwa ia memiliki kendali yang berlebihan terhadap perusahaan. Persepsi ini mungkin menjadi salah satu faktor yang memicu ketidakpuasan di kalangan dewan, meskipun Manifold bersikeras bahwa ia hanya berusaha mendorong perubahan positif demi kemajuan perusahaan.

Pemecatan ini terjadi di tengah periode yang penuh tantangan bagi raksasa energi Inggris tersebut. Bulan lalu, BP menghadapi reaksi keras dari pemegang saham dalam rapat tahunan terkait resolusi pelaporan iklim. Sebagian ketidakpuasan investor juga diarahkan kepada Manifold, terbukti dari dukungan pemilihannya yang hanya mencapai 82 persen, jauh di bawah dukungan hampir mutlak yang biasa diterima oleh para direktur. Manifold sendiri baru menjabat sebagai chairman pada Oktober lalu, menggantikan Helge Lund, yang mundur setelah BP mengubah strateginya dengan menunda target pengurangan karbon demi fokus pada produksi bahan bakar fosil. Insiden ini menambah daftar panjang gejolak yang harus dihadapi BP dalam upaya menyeimbangkan transisi energi dengan tuntutan pasar.