Kursi Panas The Fed Siapa Selanjutnya

Author Image

Endang Wulansari

20 Desember 2025, 18:04 WIB

Isu pergantian kepemimpinan di pucuk Bank Sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), kini menjadi sorotan utama para pelaku pasar keuangan global. jabarpos.id mencatat, spekulasi mengenai siapa yang akan menggantikan Jerome Powell dari kursi Gubernur The Fed telah memicu gejolak dan antisipasi di berbagai bursa. Dinamika ini tidak hanya memengaruhi Wall Street, tetapi juga berpotensi menciptakan gelombang besar hingga ke pasar keuangan di Indonesia.

Dua nama yang santer disebut-sebut sebagai kandidat kuat adalah Kevin Warsh, mantan Gubernur The Fed, dan Kevin Hassett, Direktur Dewan Ekonomi Nasional. Masing-masing memiliki rekam jejak dan pandangan ekonomi yang berbeda, sehingga pilihan presiden AS akan sangat menentukan arah kebijakan moneter The Fed ke depan. Pertanyaan besar yang mengemuka adalah bagaimana perubahan ini akan memengaruhi keputusan suku bunga, kebijakan kuantitatif, dan pada akhirnya, likuiditas global.

Kursi Panas The Fed Siapa Selanjutnya
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Dampak dari pergantian kepemimpinan The Fed ini tidak bisa dianggap remeh, terutama bagi Indonesia. Kebijakan moneter AS memiliki efek domino yang signifikan terhadap nilai tukar rupiah, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), hingga arus modal asing. Para analis memprediksi, sektor-sektor tertentu di Tanah Air, seperti perbankan, komoditas, dan teknologi, berpotensi merasakan dampak langsung dari perubahan arah kebijakan The Fed, baik positif maupun negatif.

Untuk mengupas lebih dalam mengenai dinamika ini dan proyeksi dampaknya, dialog khusus telah diselenggarakan dalam program Power Lunch CNBC Indonesia. Equity Analyst CNBC Indonesia, Gelson Kurniawan, bersama Safrina Nasution, memberikan pandangan komprehensif terkait skenario pergantian kepemimpinan The Fed dan strategi yang perlu dipertimbangkan pelaku pasar. Diskusi tersebut, yang berlangsung pada Selasa, 16 Desember 2025, menyoroti berbagai aspek mulai dari potensi perubahan kebijakan hingga langkah antisipasi bagi investor di Indonesia.

Related Post