Drama Penutupan IHSG 2025

Author Image

Endang Wulansari

31 Desember 2025, 00:04 WIB

Pasar modal Indonesia menutup tahun 2025 dengan sedikit kejutan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan terakhirnya pada Selasa, 30 Desember 2025, dengan penguatan tipis. Menurut laporan jabarpos.id, IHSG ditutup naik 2,68 poin atau 0,03% ke level 8.646,93, menandai akhir dari tahun yang penuh gejolak di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

Penguatan tipis ini merupakan kelanjutan dari reli yang terjadi sehari sebelumnya, di mana IHSG berhasil melesat 1,25%. Dorongan utama di balik kenaikan ini disebut-sebut berasal dari aliran dana investor asing yang masuk ke pasar. Data perdagangan menunjukkan 346 saham mengalami kenaikan, sementara 317 saham melemah, dan 146 saham lainnya stagnan. Dari sebelas indeks sektoral, enam di antaranya berhasil membukukan penguatan, menjadi penopang utama kenaikan IHSG, sedangkan lima sektor lainnya harus puas berada di zona merah.

Drama Penutupan IHSG 2025
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Perjalanan IHSG sepanjang tahun 2025 memang tidak mulus. Indeks kebanggaan pasar modal Indonesia ini mengalami pasang surut yang signifikan, bahkan sempat tertekan tajam di awal tahun. Namun, di tengah berbagai tantangan, IHSG menunjukkan ketahanan luar biasa. Indeks berhasil bangkit dari keterpurukan dan mencatatkan rekor All Time High (ATH) sebanyak 24 kali hingga penutupan tahun.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, menjelaskan bahwa pada paruh pertama 2025, IHSG sempat menyentuh level terendah 5.996. Tekanan tersebut, menurut Iman, dipicu oleh kondisi global yang tidak menentu, ketegangan geopolitik, serta kebijakan tarif dagang resiprokal yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump. Namun, pasar berhasil beradaptasi dan menemukan momentum untuk kembali merangkak naik, mengakhiri tahun dengan catatan positif meskipun tipis.

Related Post