jabarpos.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) secara terbuka mengakui bahwa target ambisius mereka untuk jumlah perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) sepanjang tahun 2025 tidak terealisasi. Pengakuan ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama BEI, Iman Rachman, menjelang penutupan tahun fiskal.
Iman Rachman merinci, dari target awal sebanyak 45 perusahaan yang diharapkan dapat melantai di bursa pada tahun tersebut, hanya 26 entitas korporasi yang akhirnya berhasil mencatatkan saham perdananya. Angka ini menunjukkan selisih yang signifikan, jauh di bawah ekspektasi yang telah ditetapkan.

Data mengenai capaian IPO 2025 ini menjadi salah satu sorotan utama yang diungkapkan dalam program Closing Bell CNBC Indonesia pada Rabu, 31 Desember 2025. Laporan akhir tahun ini memberikan gambaran tentang dinamika pasar modal Indonesia, khususnya dalam upaya menarik lebih banyak perusahaan untuk mendapatkan pendanaan melalui bursa.




