close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

25.6 C
Jakarta
Sabtu, Februari 28, 2026

Astra International Umumkan Penurunan Laba, Ada Apa Gerangan?

spot_img

JABARPOS.ID – PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 2% pada tahun 2025, menjadi Rp32,77 triliun. Penurunan ini disebabkan oleh lesunya bisnis batu bara dan mobil baru, meskipun diimbangi oleh kinerja positif dari sektor lain.

Pendapatan bersih konsolidasian Grup Astra juga mengalami penurunan sebesar 2%, menjadi Rp323,4 triliun. Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro, menjelaskan bahwa penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan kontribusi dari bisnis jasa penambangan dan pertambangan batu bara serta bisnis mobil baru, yang diimbangi oleh kinerja yang lebih baik dari bisnis pertambangan emas, jasa keuangan dan bisnis sepeda motor.

Astra International Umumkan Penurunan Laba, Ada Apa Gerangan?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Pada tahun 2025, laba Grup mengalami penurunan terutama disebabkan harga batu bara yang lebih rendah dan lemahnya pasar mobil baru. Namun, kinerja bisnis Grup tetap resilien didukung oleh kontribusi yang baik dari bisnis-bisnis lainnya," ujar Djony, seperti dikutip jabarpos.id dari keterangan resminya, Jumat (27/2/2026).

Baca juga:  Prabowo Akan Mengampuni 'Koruptor', Jika Mereka Mengembalikan Apa Yang Telah Mereka Curi

Menurut laporan keuangan Astra, divisi otomotif dan mobilitas masih menjadi penyumbang laba bersih terbesar, yaitu Rp11,36 triliun. Namun, angka ini sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Divisi alat berat, pertambangan, konstruksi & energi mengalami penurunan laba bersih sebesar 24%, menjadi Rp9,1 triliun. Penurunan ini disebabkan oleh penurunan kinerja bisnis jasa penambangan dan pertambangan batu bara, meskipun sebagian diimbangi oleh kinerja yang lebih tinggi dari bisnis pertambangan emas.

Di sisi lain, divisi jasa keuangan Grup Astra mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 9%, menjadi Rp8,95 triliun. Peningkatan ini disebabkan oleh peningkatan kontribusi dari bisnis pembiayaan konsumen dengan nilai portofolio pembiayaan yang meningkat. Divisi infrastruktur Grup juga mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 24%, menjadi Rp1,3 triliun, disebabkan oleh tarif jalan tol yang lebih tinggi dan peningkatan volume lalu lintas.

Baca juga:  Ciputra Life Tinggalkan Unit Link, Fokus Garap Produk Tradisional?

Divisi agribisnis Grup Astra mencatatkan kenaikan laba 28% yoy menjadi Rp1,2 triliun. Itu tidak terlepas dari meningkatnya harga minyak kelapa sawit (CPO) sebesar 11% dan volume penjualan CPO dan produk turunannya sebanyak 13% menjadi 1,8 juta ton. Pertumbuhan laba tertinggi dialami oleh divisi properti Grup melaporkan peningkatan laba bersih sebesar 224% yoy menjadi Rp719 miliar. Djony menjelaskan itu terutama berasal dari aset-aset gudang industri yang baru diakuisisi serta pengakuan goodwill negatif dari akuisisi PT Mega Manunggal Property Tbk. (MMLP). Terakhir, divisi teknologi informasi Grup mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 33% menjadi Rp208 miliar. Kenaikan itu disebabkan oleh pendapatan yang lebih tinggi dari bisnis solusi teknologi informasi serta peningkatan marjin usaha.

Baca juga:  Halaman Sekolah Simpan Harta Karun Miliaran

Nilai aset bersih per saham ASII pada 31 Desember 2025 naik sebesar 8% menjadi Rp5.692. Kas bersih, tidak termasuk anak perusahaan Jasa Keuangan Grup, mencapai Rp7,2 triliun pada 31 Desember 2025, menurun dibandingkan Rp8,0 triliun pada 31 Desember 2024. Utang bersih anak perusahaan Jasa Keuangan Grup mencapai Rp64,9 triliun pada 31 Desember 2025, meningkat dibandingkan Rp60,2 triliun pada 31 Desember 2024.

"Ke depan, meskipun kondisi operasional pada beberapa bisnis kami masih tetap menantang, kami memperkirakan sentimen konsumen secara keseluruhan akan membaik. Astra akan tetap berfokus pada keunggulan operasional dan alokasi modal yang disiplin, dengan memanfaatkan posisi neraca Astra yang kuat untuk mendukung penciptaan nilai yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan," pungkas Djony.

spot_img

Berita Terpopuler

Risiko Menyedihkan Jika Tak Bayar Pinjol!

Sumber informasi dari jabarpos.id menyebutkan bahwa pinjaman online (pinjol) memang memudahkan akses keuangan, namun risiko gagal bayar (galbay) perlu dipahami masyarakat. Kegagalan...

Mengerikan!!! Tahanan Narkoba Dibunuh di Rumah Tahanan Kelas 1 Depok

Depok | Jabar Pos - Kejadian tragis menimpa seorang tahanan berinisial RAJS (26), yang ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah luka tusuk dan lebam di...

Converse dan Swarosvski hadirkan siluet Chuck 70 De Luxe Squared

Jenama alas kaki Converse resmi berkolaborasi dengan jenama kristal Swarovski untuk menghadirkan siluet terbaru dari Converse Chuck 70 De Luxe Squared dengan 1.300 keping...

Prabowo Berikan Pesan Untuk Cabup Cawabup Bogor Rudy Susmanto-Jaro Ade

Bogor | Jabar Pos - Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, menyampaikan pesan untuk Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil...

MacOS 15.1 Bakal Bikin Kamu Bebas Ngatur Aplikasi! 🤯

Pengguna Mac, bersiaplah untuk kejutan! Apple kabarnya sedang menyiapkan pembaruan macOS 15.1 yang bakal memberikan kamu kebebasan penuh dalam mengatur aplikasi. Bayangkan, kamu bisa...

Kia kenalkan K4 hatchback di Australia

Versi hatchback lima pintu dari Kia K4 sedan telah diungkapkan semalam, menjelang kedatangannya di Australia yang diperkirakan pada akhir tahun 2025. Foto pertama dari K4 versi hatchback terungkap dan...
Berita terbaru
Berita Terkait