JABARPOS.ID, Jakarta – Dunia bisnis Indonesia kembali dikejutkan dengan kolaborasi strategis antara Danantara Indonesia, Indonesia Investment Authority (INA), dan Chandra Asri Group. Sebuah kesepakatan monumental telah ditandatangani, menandai dimulainya pembangunan pabrik kimia raksasa yang akan memperkuat produksi Caustic Soda dan Ethylene Dichloride (EDC) di dalam negeri.
Momen bersejarah ini diabadikan dalam unggahan di akun Instagram resmi CEO Danantara, Rosan Roeslani. Turut hadir dalam penandatanganan tersebut, sosok berpengaruh Prajogo Pangestu, pemilik sekaligus pengendali utama Chandra Asri, beserta jajaran manajemen dan perwakilan dari berbagai pihak terkait. Kehadiran Prajogo menjadi sinyal kuat dukungan terhadap pengembangan industri nasional.

Proyek ambisius ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang bertujuan untuk mengurangi ketergantungan impor bahan baku kimia esensial dan mendorong hilirisasi industri dalam negeri. Rosan Roeslani melalui akun Instagramnya mengungkapkan bahwa fasilitas ini akan menciptakan lebih dari 3.000 lapangan kerja selama masa konstruksi dan ratusan lainnya saat operasional, sekaligus memperkuat rantai pasok domestik dan meningkatkan daya saing industri Indonesia.
Dengan nilai proyek mencapai US$800 juta, pabrik CA-EDC ini akan menjadi pusat produksi bahan baku penting bagi berbagai industri, mulai dari sabun dan deterjen hingga konstruksi dan pengemasan. Danantara Indonesia dan INA akan bersama-sama menanamkan modal sebesar US$200 juta untuk membangun fasilitas yang dikelola oleh PT Chandra Asri Alkali (CAA), anak perusahaan Chandra Asri Group, yang direncanakan mulai beroperasi pada tahun 2027.
Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara Indonesia, menegaskan komitmen pihaknya untuk memperkuat industri strategis nasional yang memberikan nilai tambah tinggi dan menciptakan lapangan kerja. Eddy Porwanto, Pengganti Sementara Ketua Dewan Direktur INA, menambahkan bahwa investasi ini mencerminkan mandat investasi jangka panjang INA untuk menggerakkan modal pada sektor-sektor prioritas nasional.
Presiden Direktur dan CEO Chandra Asri Group, Erwin Ciputra, berharap proyek CA-EDC ini dapat secara signifikan mengurangi ketergantungan impor bahan kimia strategis, memperkuat ketahanan rantai pasok nasional, dan mendukung hilirisasi. Pada fase pertama, pabrik ini akan memiliki kapasitas produksi tahunan sebesar 400.000 ton Caustic Soda kering dan 500.000 ton Ethylene Dichloride.





