Jabarpos.id – Misteri harta karun emas Soekarno yang konon tersimpan di bank Swiss selama puluhan tahun akhirnya menemui titik terang. Rumor yang menyebutkan Presiden pertama RI itu memiliki 57 ton emas batangan di Swiss, bahkan dipinjam oleh Presiden AS John F. Kennedy, ternyata menyimpan fakta yang jauh berbeda dari yang dipercaya selama ini.
Penelusuran jabarpos.id melalui catatan sejarah dan kesaksian orang-orang terdekat Soekarno, justru mengungkap fakta yang bertolak belakang. Kehidupan Soekarno sebagai presiden ternyata jauh dari kemewahan dan kekayaan berlimpah.

Dalam wawancaranya dengan jurnalis Amerika Serikat, Cindy Adams, Soekarno mengaku hidup sederhana dengan gaji sekitar US$220 dan tanpa memiliki rumah atau tanah pribadi. Bahkan, ia pernah dibelikan piyama oleh seorang duta besar karena pakaian tidurnya sudah robek. "Adakah Kepala Negara yang melarat seperti aku dan sering meminjam-minjam dari ajudannya?" ungkap Soekarno.
Pernyataan ini diperkuat oleh putra pertama Soekarno, Guntur Soekarnoputra, yang menyebut ayahnya tidak memiliki banyak uang sejak sebelum hingga menjadi presiden. Guntur juga membantah keras soal kepemilikan emas tersebut, menyebutnya sebagai cerita yang tidak masuk akal. "Kalau emas berton-ton disimpan di bank di Swiss, itu ruang penyimpanan uang di Swiss enggak akan muat diisi emas segitu banyak. Jadi saya pikir ini bohong semua ini," tegas Guntur.
Sejarawan Indonesia, Ong Hok Ham, juga menepis rumor harta karun Soekarno. Ia menjelaskan bahwa tidak mungkin seseorang mewarisi harta dari kerajaan kuno, apalagi batangan emas. Ong juga berargumen bahwa jika Soekarno memiliki emas, seharusnya ia tidak hidup dalam kekurangan hingga akhir hayatnya.
Dengan demikian, cerita tentang harta karun emas batangan Soekarno yang selama ini dipercaya ternyata tidak benar. Fakta ini diharapkan dapat meluruskan anggapan masyarakat terkait legenda emas 57 ton Soekarno.





