Jabarpos.id, Jakarta – Di tengah lesunya penjualan rokok, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) justru berhasil mencatatkan lonjakan laba bersih yang fantastis sepanjang tahun 2025. Emiten rokok dengan merek Gudang Garam Filter ini membukukan laba sebesar Rp1,55 triliun, melonjak 58,7% dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp980,81 miliar.
Namun, peningkatan laba ini bukan serta merta karena penjualan yang meningkat. Pendapatan GGRM justru mengalami penurunan sebesar 9,4% menjadi Rp89,37 triliun. Lantas, bagaimana bisa laba perusahaan tetap melesat?

Rupanya, kunci keberhasilan Gudang Garam terletak pada efisiensi yang diterapkan secara signifikan. Beban pokok pendapatan berhasil ditekan menjadi Rp80,38 triliun, dari sebelumnya Rp89,27 triliun. Selain itu, perusahaan juga melakukan pemangkasan besar-besaran pada beban usaha, termasuk biaya transportasi, iklan, promosi, dan kompensasi karyawan.
Penjualan sigaret kretek mesin (SKM) dan sigaret kretek tangan (SKT) mengalami penurunan, baik di pasar domestik maupun ekspor. Namun, dengan strategi efisiensi yang jitu, Gudang Garam mampu mengamankan profitabilitasnya.
Dari sisi aset, perusahaan mencatatkan penurunan menjadi Rp75,25 triliun per Desember 2025, dibandingkan Rp84,93 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, liabilitas dan ekuitas GGRM tercatat masing-masing sebesar Rp12,68 triliun dan Rp62,57 triliun.





