Rahasia Asing di Tengah Badai IHSG

Author Image

Endang Wulansari

9 Juni 2026, 08:04 WIB

Pasar saham Indonesia dikejutkan dengan ambruknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lebih dari 4% pada perdagangan Senin, 8 Juni 2026. Meski investor asing secara keseluruhan mencatatkan aksi jual bersih, sebuah fenomena menarik terungkap: mereka justru memborong saham-saham berisiko tinggi. Demikian laporan dari jabarpos.id.

Data perdagangan menunjukkan bahwa investor mancanegara membukukan penjualan bersih sebesar Rp447,1 miliar di seluruh segmen pasar, dengan total nilai transaksi mencapai Rp21,43 triliun. Namun, di balik angka tersebut, terlihat pola pembelian yang signifikan pada saham-saham tertentu. Mayoritas saham yang menjadi target buruan asing ini berasal dari sektor komoditas, energi, serta emiten-emiten yang dikenal dengan pergerakan harga yang agresif atau volatilitas tinggi.

Rahasia Asing di Tengah Badai IHSG
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Di antara saham-saham yang paling banyak dibeli asing, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) memimpin dengan nilai pembelian bersih mencapai Rp258,4 miliar. Disusul oleh PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan Rp133,1 miliar dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) senilai Rp127,6 miliar. Beberapa emiten lain yang juga menarik minat investor asing termasuk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dengan Rp37,9 miliar, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) sebesar Rp30,3 miliar, dan PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) senilai Rp29,1 miliar.

Sementara itu, kinerja IHSG pada hari yang sama menunjukkan pelemahan signifikan, ditutup ambruk 4,52% pada level 5.342,14. Penurunan drastis ini memperpanjang koreksi indeks sejak awal tahun menjadi sekitar 38%. Bahkan, jika dihitung dari posisi puncaknya pada Januari 2026, IHSG telah anjlok lebih dari 41%. Kondisi pasar juga mencerminkan tekanan jual yang merata, di mana 661 saham mengalami pelemahan, sementara hanya 78 saham yang berhasil menguat, dan 78 saham lainnya stagnan.

Related Post