Jakarta – Di tengah gejolak pasar yang menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok 1,89% pada perdagangan Selasa (8/7/2026), sebuah fenomena menarik terungkap. Data yang dihimpun jabarpos.id menunjukkan, investor asing justru memanfaatkan momen tekanan ini untuk melakukan akumulasi pada sejumlah saham unggulan, terutama di sektor perbankan.
Meskipun secara keseluruhan investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp689,3 miliar di seluruh pasar Bursa Efek Indonesia (BEI), ada beberapa saham yang justru menjadi target pembelian bersih (net buy) oleh investor global. Hal ini mengindikasikan strategi selektif di tengah volatilitas pasar.
Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) memimpin daftar incaran asing dengan nilai beli bersih mencapai Rp251,9 miliar, menegaskan dominasi sektor perbankan sebagai pilihan utama. Tidak hanya BBCA, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) juga mencatatkan net buy asing sebesar Rp15,5 miliar, menunjukkan kepercayaan investor terhadap fundamental bank-bank besar di Indonesia.
Also Read
Di luar sektor perbankan, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) turut menarik perhatian dengan net buy asing Rp41 miliar. Disusul oleh PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) yang membukukan pembelian bersih sebesar Rp33,3 miliar. Bahkan, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) juga masuk dalam radar investor asing dengan net buy Rp12,5 miliar.
Fenomena ini mengindikasikan bahwa meskipun pasar secara umum mengalami tekanan, investor asing tetap selektif dalam memilih saham-saham yang dianggap memiliki prospek jangka panjang dan fundamental kuat, menjadikannya peluang di tengah koreksi pasar. Daftar lengkap 10 saham dengan net buy asing terbesar pada perdagangan Selasa (8/7/2026) akan segera dirilis, memberikan gambaran lebih jelas mengenai strategi investor global di pasar modal Indonesia.






