Misteri Saham Pilihan Asing Saat IHSG Melesat

Author Image

Endang Wulansari

15 Juni 2026, 08:04 WIB

Di tengah euforia pasar saham Indonesia yang ditutup hijau pekan lalu, sebuah fenomena menarik terungkap. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memang perkasa, namun investor asing justru tercatat melakukan aksi jual bersih yang masif. Data yang dihimpun jabarpos.id menunjukkan, pada penutupan perdagangan Jumat (12/6/2026), IHSG melonjak signifikan, tetapi sentimen investor global tampak berbeda.

Secara rinci, IHSG berhasil melesat 2,07 persen, mencapai level 6.007,62 pada akhir sesi kedua perdagangan Jumat. Kenaikan ini didukung oleh mayoritas saham yang bergerak positif, di mana 615 saham menguat, sementara hanya 108 saham yang melemah dan 93 saham stagnan.

Misteri Saham Pilihan Asing Saat IHSG Melesat
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Aktivitas perdagangan juga menunjukkan gairah yang tinggi, tercatat sebanyak 2,40 juta kali transaksi. Volume perdagangan mencapai angka fantastis 37,47 miliar lembar saham, dengan total nilai transaksi mencapai Rp 21,68 triliun.

Namun, di balik gemerlapnya performa IHSG, ada catatan penting dari pergerakan investor asing. Sepanjang pekan lalu, investor global tercatat melakukan penjualan bersih (net sell) yang substansial, mencapai Rp 5,98 triliun di seluruh pasar.

Penjualan bersih ini didominasi oleh pasar reguler, di mana investor asing melepas saham senilai Rp 6,08 triliun. Sementara itu, di pasar negosiasi dan tunai, terjadi sedikit pembelian bersih (net foreign buy) sebesar Rp 101 miliar, namun angka tersebut tidak mampu menutupi besarnya outflow di pasar reguler.

Menariknya, di tengah derasnya arus keluar dana asing secara keseluruhan, ada beberapa saham pilihan yang justru menjadi incaran utama mereka. Daftar saham-saham ini menunjukkan adanya selektivitas investor asing terhadap emiten tertentu, meskipun secara agregat mereka melakukan aksi jual.

Berikut adalah deretan saham yang paling banyak diborong investor asing sepanjang pekan lalu:

  1. Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS): Rp 51,6 miliar
  2. Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF): Rp 40,7 miliar
  3. Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI): Rp 29,2 miliar
  4. Archi Indonesia Tbk (ARCI): Rp 9,8 miliar
  5. Medco Energi Internasional Tbk (MEDC): Rp 2,2 miliar
  6. Rukun Raharja Tbk (RAJA): Rp 1,6 miliar
  7. Super Bank Indonesia Tbk (BBHI): Rp 941,2 juta

Fenomena ini mengindikasikan adanya strategi diversifikasi atau fokus pada sektor tertentu oleh investor asing, di tengah dinamika pasar yang penuh tantangan.

Related Post