Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyambut baik inisiatif pembentukan Danantara Development Management Fund (DDMF). Dana ini, seperti dilaporkan jabarpos.id, akan menjadi tulang punggung pembiayaan proyek-proyek strategis jangka panjang di Indonesia, termasuk pembangunan infrastruktur nasional yang sangat vital. Pernyataan ini disampaikan AHY kepada wartawan di Wisma Danantara, Jakarta, Senin lalu.
AHY menjelaskan bahwa DDMF akan melengkapi peran Danantara Investment Management (DIM) yang lebih fokus pada investasi. DDMF secara spesifik dirancang untuk mendukung proyek-proyek strategis berjangka panjang. "Bagi saya selaku Menko Infrastruktur, ini akan lebih banyak berhubungan dengan DDMF," ujar AHY. Ia menambahkan bahwa salah satu pilar strategis DDMF adalah pembangunan nasional dan infrastruktur esensial, yang sejalan dengan program kerja prioritas pemerintah. DDMF akan dipimpin oleh Chief Technology Officer Danantara, Sigit Santosa, yang sebelumnya dikenal sebagai eks Direktur Utama PT Pindad (Persero).
Salah satu proyek mendesak yang menjadi sorotan AHY adalah pembangunan Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa. Proyek ini dinilai krusial untuk melindungi wilayah-wilayah yang rentan terhadap penurunan muka tanah (land subsidence) dan kenaikan permukaan air laut. Kawasan seperti Teluk Jakarta, serta Semarang, Kendal, dan Demak di Jawa Tengah, sangat membutuhkan intervensi infrastruktur ini untuk mengatasi fenomena banjir rob yang terus berulang dan memerlukan investasi besar.
Also Read
Selain itu, pemerintah juga bertekad mempercepat pengembangan sektor perkeretaapian di seluruh Indonesia. Ini mencakup reaktivasi jalur lama, revitalisasi jaringan eksisting, hingga pembangunan rel baru. AHY menekankan bahwa fokus pembangunan tidak hanya di Pulau Jawa, tetapi juga mencakup proyek ambisius seperti Trans Sumatra, Trans Kalimantan, dan Trans Sulawesi. Infrastruktur ini diharapkan dapat meningkatkan transportasi penumpang dan efisiensi distribusi logistik, khususnya di daerah dengan komoditas tambang besar. Penguatan jaringan logistik berbasis kereta api ini diharapkan mampu mendongkrak produktivitas dan nilai ekonomi sektor pertambangan.
Di sektor perumahan, AHY juga mendorong Danantara untuk mendukung target pembangunan 3 juta rumah. Ia berharap DDMF dapat menciptakan skema pembiayaan berkelanjutan agar masyarakat berpenghasilan rendah bisa memiliki akses lebih mudah terhadap hunian layak dan terjangkau. Kebutuhan investasi juga disampaikan untuk pengelolaan sumber daya air dan pembangunan infrastruktur dasar lainnya, menandakan peran DDMF yang sangat strategis dalam mewujudkan visi pembangunan Indonesia.






