Bukan Sekadar Jalan Tol Ini Fungsi Rahasia Proyek WIKA

Author Image

Endang Wulansari

24 Juni 2026, 04:04 WIB

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) terus menunjukkan komitmennya dalam pembangunan infrastruktur strategis nasional. Salah satunya adalah percepatan proyek Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1B, yang tidak hanya dirancang sebagai jalur konektivitas vital di Pantai Utara Jawa, namun juga memiliki peran ganda sebagai tanggul laut pengendali banjir rob. Menurut informasi yang dihimpun jabarpos.id, proyek ambisius ini telah mencapai progres signifikan dan akan segera menjadi solusi permanen bagi masalah klasik di pesisir Semarang.

Hingga Juni 2026, pembangunan seksi 1B ini telah mencapai 81,19%, dengan target penyelesaian pada April 2027. WIKA bertanggung jawab atas berbagai elemen kunci, termasuk Ramp On, Ramp Off, Main Road, tanggul laut, combi wall, dan revetment. Sejumlah pekerjaan utama seperti Ramp On, Ramp Off, Main Bridge, dan Combi Wall telah tuntas dikerjakan. Saat ini, fokus pekerjaan beralih pada timbunan selected material top layer yang berfungsi sebagai preloading sea dike.

Bukan Sekadar Jalan Tol Ini Fungsi Rahasia Proyek WIKA
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Kehadiran Tol Semarang-Demak sangat krusial untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur Pantura Semarang-Demak dan memperkuat integrasi Jalan Tol Trans Jawa. Namun, lebih dari itu, proyek ini dirancang dengan visi jangka panjang: menjadi tanggul laut raksasa. Fungsi ganda ini menjadikannya inovasi penting dalam mengatasi genangan rob, dampak penurunan muka tanah, serta kerusakan jalan Pantura akibat intrusi air laut yang selama ini menjadi momok bagi warga.

Pembangunan di atas tanah lunak dan berinteraksi langsung dengan laut menghadirkan tantangan konstruksi yang tidak main-main. Untuk mengatasinya, WIKA menerapkan metode khusus. Penggunaan cerucuk bambu dan matras bambu menjadi fondasi awal sebelum material timbunan digelar, berfungsi menjaga stabilitas dan mendistribusikan beban secara merata. Selain itu, teknologi Prefabricated Vertical Drain (PVD) turut diaplikasikan untuk perbaikan tanah, dengan tahapan timbunan yang cermat dan masa tunggu spesifik (55 hari untuk stage 1-5, 150 hari untuk stage 6) demi memastikan kepadatan optimal.

Ngatemin, Corporate Secretary WIKA, menegaskan bahwa proyek ini adalah bukti nyata kontribusi perusahaan dalam menghadirkan infrastruktur multifungsi. "Tol Semarang-Demak Seksi 1B bukan hanya tentang konektivitas, tetapi juga solusi konkret untuk perlindungan pesisir. Kami berkomitmen membangun infrastruktur yang menjawab kebutuhan mobilitas sekaligus memberikan keamanan dari rob," ujarnya, menekankan visi WIKA.

Dari perspektif pengendalian rob, desain proyek ini sangat matang. Elevasi tanggul laut sengaja dibangun di atas muka air laut tertinggi, dilengkapi struktur revetment di sisi laut. Tanggul ini juga bersinergi dengan kolam retensi yang bertugas mengendalikan ketinggian muka air di sisi darat. Dengan sistem terpadu ini, kawasan pesisir Semarang diharapkan terlindungi secara maksimal dari ancaman genangan rob.

Proyek ini juga membawa dampak positif pada perekonomian lokal. Pada puncak pekerjaan matras bambu, sekitar 750 tenaga kerja terlibat, di mana 200 di antaranya adalah warga sekitar. Keterlibatan warga lokal sangat vital, terutama dalam pekerjaan penyusunan matras bambu yang masih mengandalkan keahlian manual.

Setelah beroperasi penuh, Tol Semarang-Demak Seksi 1B diharapkan menjadi urat nadi baru yang melancarkan lalu lintas dan, yang terpenting, menjadi benteng kokoh yang membebaskan masyarakat pesisir Semarang dari ancaman rob, memberikan manfaat jangka panjang yang nyata.

Related Post