Himbara Jadi Kunci BUMN Karya Bangkit

Author Image

Endang Wulansari

21 Juli 2026, 00:04 WIB

Langkah besar diambil untuk menyehatkan BUMN Karya yang selama ini terlilit utang. Sebuah inisiatif restrukturisasi komprehensif digulirkan, melibatkan peran strategis dari perbankan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Menurut informasi yang dihimpun jabarpos.id, Badan Pelaksana (BP) BUMN bersama BPI Danantara menjadi motor penggerak utama dalam perombakan ini. Dony Oskaria, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, menegaskan bahwa keterlibatan Himbara sangat krusial dalam menata ulang keuangan perusahaan-perusahaan konstruksi pelat merah tersebut.

Pertemuan penting telah dilangsungkan antara Dony Oskaria dengan jajaran direksi Himbara, yang meliputi Bank Mandiri, BRI, dan BNI. Turut hadir pula direksi BUMN terkait, seperti PT PP (Persero) Tbk (PTPP) dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI). Agenda utama diskusi adalah perkembangan restrukturisasi PTPP dan ADHI, termasuk skema dukungan pembiayaan dari Himbara untuk mendorong proses transformasi kedua perusahaan.

Himbara Jadi Kunci BUMN Karya Bangkit
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Restrukturisasi ini bukan sekadar tambal sulam, melainkan langkah strategis fundamental untuk memperkuat kondisi keuangan, meningkatkan disiplin bisnis, dan memastikan setiap dukungan pembiayaan diarahkan secara terukur pada proyek-proyek yang produktif dan memiliki kelayakan bisnis tinggi. "Pembahasan difokuskan pada penyusunan skema pembiayaan yang sehat dan berkelanjutan. Dukungan pembiayaan diarahkan pada proyek-proyek yang produktif, layak secara bisnis, serta memiliki arus kas yang terukur sehingga mampu memperkuat kinerja perusahaan sekaligus menjaga keberlanjutan usaha," jelas Dony dalam keterangan resminya, Senin (20/7/2026).

Lebih dari sekadar aspek pembiayaan, restrukturisasi juga berorientasi pada penguatan tata kelola perusahaan, peningkatan disiplin dalam pengelolaan risiko, dan pembangunan model bisnis yang lebih sehat. Dony menambahkan, "Kita belajar dari pengalaman. Restrukturisasi ini harus menjadi titik balik untuk membangun BUMN Karya yang lebih kuat, lebih sehat, dan memiliki tata kelola yang lebih baik sehingga mampu tumbuh secara berkelanjutan dan mendukung pembangunan nasional."

Selain PTPP dan ADHI, PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) juga menjadi fokus utama dalam program restrukturisasi ini. Untuk Waskita, pendekatan yang diambil jauh melampaui sekadar perpanjangan waktu penyelesaian kewajiban atau menunda persoalan yang ada. Tujuannya adalah membangun fondasi bisnis yang lebih sehat dan berkelanjutan secara permanen.

Proses penyehatan Waskita, menurut Dony, harus disusun berdasarkan perhitungan yang realistis, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Ini bertujuan untuk menghasilkan solusi permanen yang memperkuat kemampuan perusahaan memenuhi kewajibannya sekaligus menciptakan nilai jangka panjang. "Pembahasan meliputi valuasi aset, struktur dan kemampuan pembayaran utang, proyeksi arus kas, hingga penentuan model bisnis yang dinilai paling tepat untuk mendukung keberlanjutan usaha," ungkapnya.

Salah satu arah yang didorong adalah memperkuat fokus Waskita pada bisnis jalan tol. Dengan karakteristik bisnis yang memberikan pendapatan jangka panjang, pengelolaan jalan tol dinilai memiliki prospek yang kuat sebagai fondasi bisnis perusahaan. Namun, Dony menegaskan, sebelum memasuki tahap pengembangan, kondisi keuangan Waskita harus dipastikan sehat. Ini penting agar perusahaan memiliki kemampuan memenuhi kewajibannya secara mandiri, memperkuat kepercayaan para pemangku kepentingan, serta membuka peluang memperoleh pendanaan, termasuk melalui pasar modal. "Waskita jadi perusahaan tol kedua setelah Jasa Marga, itu tidak apa-apa asal dihitung dengan benar," ujar Dony, dikutip dari akun Instagram resmi BP BUMN.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penguatan fokus bisnis bukan semata-mata ditentukan oleh besarnya aset yang dimiliki, tetapi harus didukung oleh perhitungan bisnis yang matang, struktur keuangan yang sehat, serta proyeksi usaha yang mampu menciptakan nilai tambah secara berkelanjutan. Dony menambahkan, pihaknya akan terus mengawal proses restrukturisasi agar tidak berhenti pada penyelesaian persoalan jangka pendek, tetapi benar-benar menghasilkan transformasi yang menyeluruh.

Melalui model bisnis yang lebih fokus, struktur keuangan yang lebih kuat, dan tata kelola yang semakin baik, Waskita diharapkan tumbuh sebagai perusahaan yang sehat, berdaya saing, serta tidak kembali menghadapi persoalan yang sama di masa mendatang, sekaligus mendukung pembangunan nasional secara berkelanjutan.

Related Post