Warga RI Makin Jarang Sentuh Uang Tunai

Author Image

Endang Wulansari

23 Juli 2026, 00:04 WIB

Perilaku pembayaran masyarakat Indonesia mengalami pergeseran signifikan. Data terbaru dari Bank Indonesia (BI) yang dihimpun jabarpos.id menunjukkan peningkatan drastis transaksi keuangan digital pada kuartal II-2026, menandakan semakin jarangnya penggunaan uang tunai oleh warga. Volume transaksi pembayaran digital mencapai angka fantastis 16,07 miliar, melonjak 36,88% secara tahunan, didukung oleh perluasan akseptasi pembayaran digital yang masif.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan, lonjakan ini didorong oleh perluasan akseptasi pembayaran digital di berbagai platform. Ia merinci, volume transaksi melalui internet dan aplikasi mobile masing-masing tumbuh impresif sebesar 16,88% dan 31,39% secara tahunan. Yang paling mencolok adalah kinerja QRIS, yang mencatat pertumbuhan luar biasa hingga 100,12% pada triwulan yang sama. Menurut Perry, keberhasilan QRIS ini tak lepas dari peningkatan signifikan jumlah pengguna dan merchant yang mengadopsinya.

Warga RI Makin Jarang Sentuh Uang Tunai
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Di sisi infrastruktur, BI-FAST menjadi tulang punggung penting dalam ekosistem pembayaran ritel nasional. Sistem pembayaran real-time 24/7 ini mencatat 1.529 juta transaksi pada kuartal II-2026, meningkat 38,09% dari tahun sebelumnya. Nilai transaksi yang diproses melalui BI-FAST juga tak kalah besar, mencapai Rp3.777 triliun. BI-FAST dikenal dengan keunggulannya yang memungkinkan transfer antarbank dengan biaya sangat terjangkau, maksimal Rp2.500 per transaksi, serta limit hingga Rp250 juta, menjadikannya pilihan favorit masyarakat untuk transaksi harian.

Sementara itu, untuk transaksi bernilai besar, BI-RTGS tetap memegang peranan krusial. Pada periode yang sama, volume transaksi yang diproses melalui BI-RTGS mencapai 2,63 juta, tumbuh 13,03% secara tahunan. Adapun nominal transaksi BI-RTGS mencatat kenaikan 12,66% dari tahun sebelumnya, dengan total mencapai Rp53.492 triliun, menunjukkan aktivitas ekonomi skala besar yang terus bergerak. Tren ini mengukuhkan posisi Indonesia dalam transisi menuju masyarakat non-tunai yang semakin kuat.

Related Post