Rupiah Terjun Bebas IHSG Merana Ini Penyebabnya

Author Image

Endang Wulansari

21 September 2026, 12:31 WIB

Jakarta – Pasar keuangan domestik Indonesia menghadapi tekanan signifikan pada awal pekan ini, Senin (21/09/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau melemah, sementara nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS anjlok tajam. Menurut laporan jabarpos.id, gejolak ini tidak terlepas dari serangkaian sentimen global yang memanas, mulai dari ketegangan geopolitik hingga isu inflasi dan suku bunga tinggi.

Kabar terbaru yang cukup menyita perhatian datang dari arena politik internasional. Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan membuka peluang untuk bertemu dengan Presiden Iran. Pernyataan ini, yang berpotensi meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah, secara langsung memengaruhi pergerakan harga komoditas global, khususnya minyak mentah.

Rupiah Terjun Bebas IHSG Merana Ini Penyebabnya
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Di pasar komoditas, harga minyak mentah dunia terpantau mengalami pelemahan. Meskipun demikian, harganya masih bertahan di kisaran USD 100 per barel. Pelemahan ini sebagian besar diinterpretasikan sebagai respons pasar terhadap potensi meredanya ketegangan geopolitik yang sebelumnya menopang harga minyak. Di sisi lain, harga batu bara justru menunjukkan ketahanan, tetap stabil di sekitar USD 140 per ton, didorong oleh lonjakan permintaan global yang berkelanjutan.

Dampak dari sentimen global ini terasa langsung di pasar modal Indonesia. Pada perdagangan Senin (21/09/2026) pukul 10:03 WIB, IHSG tercatat melemah 0,4%, berada di level 6.415. Lebih mengkhawatirkan, nilai tukar Rupiah ambruk signifikan, menembus angka Rp 17.800 per Dolar AS. Kondisi ini mencerminkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap ketidakpastian ekonomi global yang berpotensi menekan pertumbuhan domestik.

Para pelaku pasar keuangan kini tengah mencermati perkembangan lebih lanjut, baik dari dinamika geopolitik maupun arah kebijakan moneter global, yang akan sangat menentukan pergerakan pasar di hari-hari mendatang.

Related Post