Konglomerat terkemuka Indonesia, Prajogo Pangestu, kembali membuat gebrakan di kancah internasional. Melalui entitas usahanya, Aster, ia kini merambah bisnis bahan bakar penerbangan di salah satu bandara tersibuk dunia, Bandara Changi, Singapura. Langkah strategis ini, seperti dilaporkan jabarpos.id, menandai ekspansi signifikan ke sektor energi aviasi. Aster telah mencapai kesepakatan untuk mengakuisisi saham di Changi Airport Fuel Hydrant Installation (CAFHI), sebuah fasilitas krusial yang menopang operasional penerbangan di bandara tersebut.
Aster merupakan perusahaan patungan yang mayoritas sahamnya dikendalikan oleh Prajogo Pangestu melalui Chandra Asri Pacific. Akuisisi ini membuka jalan bagi Aster untuk secara langsung memasok bahan bakar penerbangan kepada maskapai-maskapai internasional yang beroperasi di Changi. Dengan demikian, Aster akan bersanding dengan sejumlah raksasa energi global lainnya yang telah lebih dulu eksis di pasar tersebut, memperkuat posisinya di rantai pasok energi regional.
Andre Khor, Deputy CEO Aster yang berbasis di Singapura, menekankan pentingnya akuisisi ini bagi strategi perusahaan. Menurutnya, langkah ini adalah bagian krusial dari ekspansi Aster ke bisnis bahan bakar penerbangan. "Dikombinasikan dengan operasi pengolahan dan penyimpanan kami, serta kemampuan yang terus berkembang dalam bahan bakar penerbangan berkelanjutan, akuisisi ini memperkuat posisi kami untuk mendukung kebutuhan energi penerbangan yang terus berkembang di Singapura dan kawasan," ujar Khor, merujuk pada peran Changi sebagai salah satu pusat penerbangan terkemuka dunia.
Also Read
Meskipun kesepakatan telah tercapai, nilai transaksi akuisisi ini belum diungkapkan kepada publik. Proses ini juga masih menanti persetujuan regulator dan pemenuhan sejumlah persyaratan lainnya sebelum resmi tuntas. Namun, sinyal ekspansi Prajogo Pangestu ke sektor aviasi ini jelas menunjukkan ambisi konglomerat Indonesia untuk menancapkan dominasi di sektor-sektor strategis di tingkat regional, mengubah peta persaingan energi di jantung logistik aviasi Asia.






