BUMN Beton Mendunia Target Triliunan Terkuak

Author Image

Endang Wulansari

2 September 2026, 18:04 WIB

jabarpos.id, Jakarta – PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton), salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkemuka di sektor beton pracetak, menunjukkan performa gemilang di paruh pertama tahun 2026. Perusahaan ini tidak hanya mencatatkan kenaikan laba bersih yang signifikan, tetapi juga agresif melakukan ekspansi ke pasar internasional, dengan target kontrak baru yang ambisius mencapai Rp 5 triliun.

Pada Semester I-2026, WIKA Beton berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 4,74 miliar, melonjak 9,14% dibandingkan periode sebelumnya. Peningkatan kinerja ini diklaim sebagai buah dari strategi perusahaan yang fokus pada penguatan efisiensi operasional serta langkah divestasi aset-aset yang dinilai nonproduktif.

BUMN Beton Mendunia Target Triliunan Terkuak
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Komisaris Utama PT Wijaya Karya Beton Tbk, Yudha Permana Jayadikarta, menegaskan komitmen perseroan untuk terus mendorong pertumbuhan dan mencapai target kontrak baru Rp 5 triliun di tahun 2026. Hingga Juni 2026, WTON telah berhasil mengantongi kontrak senilai Rp 1,97 triliun. Yudha optimistis, dukungan dari proyek-proyek pemerintah serta berlanjutnya pertumbuhan ekonomi nasional akan menjadi pendorong utama pencapaian target bisnis tersebut.

Salah satu pilar utama strategi WIKA Beton adalah penetrasi pasar global. Saat ini, WTON tengah aktif menggarap proyek prestisius Metro Manila Subway di Filipina, sebuah langkah strategis untuk memperkuat pijakan di kawasan Asia Tenggara. Tak berhenti di situ, jangkauan ekspansi mereka bahkan telah mencapai benua Amerika, dengan keterlibatan dalam pembangunan fasilitas gas untuk produksi Liquefied Natural Gas (LNG) di Alaska.

Untuk memperkuat posisinya di pasar internasional, WIKA Beton secara proaktif menjalin kerja sama dengan mitra lokal di negara-negara tujuan. Pendekatan ini diharapkan tidak hanya membuka peluang bisnis yang lebih luas di kancah global, tetapi juga secara bertahap menekan ketergantungan perusahaan terhadap proyek-proyek pemerintah domestik, menciptakan portofolio bisnis yang lebih beragam dan resilien.

Related Post