Jabarpos.id – Dunia pasar modal tanah air kembali dikejutkan dengan langkah strategis yang dilakukan oleh salah satu tokoh konglomerat ternama Indonesia. Edwin Soeryadjaya, yang menjabat sebagai Komisaris di PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (SRTG), dilaporkan melakukan aksi borong saham perusahaan miliknya tersebut secara bertahap. Langkah ini menarik perhatian para investor karena menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi terhadap prospek bisnis emiten investasi tersebut di masa depan.
Berdasarkan data terbaru yang dihimpun dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Edwin Soeryadjaya menambah porsi kepemilikannya dengan membeli sebanyak 830.000 lembar saham SRTG. Transaksi yang dilakukan secara "diam-diam" ini tidak dilakukan dalam satu waktu sekaligus, melainkan melalui dua tahap pembelian yang berbeda pada pertengahan September 2026.
Rincian transaksi pertama tercatat terjadi pada tanggal 18 September 2026. Pada kesempatan tersebut, Edwin menyerap sebanyak 340.000 unit saham biasa dengan harga beli di level Rp1.782 per lembar saham. Nilai transaksi pada tahap awal ini mencapai angka Rp605,88 juta. Tak berhenti di situ, sang konglomerat kembali melakukan aksi serupa pada 21 September 2026.
Also Read
Pada transaksi kedua, Edwin menambah kepemilikannya dengan jumlah yang lebih besar, yakni sebanyak 490.000 unit saham biasa. Kali ini, ia membeli di harga yang sedikit lebih tinggi, yaitu Rp1.805 per saham, dengan total nilai transaksi mencapai Rp884,45 juta. Jika ditotal secara keseluruhan, Edwin telah menggelontorkan dana sekitar Rp1,49 miliar untuk memperkuat posisinya di SRTG.
Melalui laporan resmi tersebut, diketahui bahwa kedua transaksi ini merupakan kepemilikan langsung oleh yang bersangkutan dan bukan melalui perantara pihak lain. Selain itu, transaksi ini dipastikan bukan merupakan skema repurchase agreement atau perjanjian beli kembali, melainkan murni bertujuan untuk investasi jangka panjang.
Langkah agresif ini juga mempertegas posisi Edwin Soeryadjaya sebagai pengendali utama perusahaan. Dalam keterangan laporan keterbukaan informasi, ia menegaskan komitmennya untuk tetap mempertahankan status pengendalian atas PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. Dengan tambahan saham tersebut, total kepemilikan Edwin kini melonjak menjadi 4.876.599.190 unit saham.
Dampak dari penambahan ini juga terlihat pada peningkatan hak suara yang dimilikinya. Hak suara Edwin kini naik menjadi 35,95%, meningkat tipis dari sebelumnya yang berada di angka 35,94%. Bagi para pelaku pasar, aksi beli dari pihak pengendali atau insider buying seperti ini sering kali dianggap sebagai sinyal positif bahwa manajemen optimis terhadap kinerja keuangan dan pertumbuhan perusahaan ke depannya. Melansir laporan dari jabarpos.id, pergerakan ini diprediksi akan menjadi bahan pertimbangan penting bagi para investor ritel dalam melihat stabilitas emiten SRTG.






