Jabarpos.id – Dunia pasar modal tanah air kembali dikejutkan dengan pergerakan signifikan dari salah satu pemain besar di industri kopi kekinian. Ferry Sudjono, salah satu pemegang saham PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE), dilaporkan melakukan aksi beli besar-besaran terhadap saham emiten tersebut. Langkah berani ini menarik perhatian para pelaku pasar karena dilakukan di tengah kondisi keuangan perusahaan yang tengah menjadi sorotan.
Berdasarkan data keterbukaan informasi yang dirilis oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), Ferry Sudjono telah menyuntikkan dana dalam jumlah besar untuk menambah kepemilikannya. Ia tercatat membeli sebanyak 2,2 juta lembar saham FORE dengan harga Rp760 per saham. Jika diakumulasikan, nilai transaksi yang dilakukan oleh investor ini mencapai angka fantastis, yakni sekitar Rp1,7 miliar.
Aksi korporasi ini dilakukan pada tanggal 16 September 2026. Dengan tambahan kepemilikan tersebut, porsi saham yang dikuasai oleh Ferry Sudjono di perusahaan kopi tersebut kini melonjak menjadi 6 persen. Langkah ini sering kali ditafsirkan oleh para analis pasar sebagai bentuk kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang perusahaan, meskipun kondisi fundamental saat ini sedang menghadapi tantangan.
Also Read
Sebelumnya, sentimen pasar terhadap FORE sempat diwarnai dengan kabar mengenai kebijakan pembagian dividen. Pihak manajemen perusahaan telah memberikan sinyal bahwa mereka belum mampu membagikan dividen kepada para pemegang saham dalam waktu dekat. Hal ini menjadi catatan penting bagi para investor yang mengharapkan imbal hasil langsung dari kepemilikan saham mereka.
Direktur Strategi PT Fore Kopi Indonesia Tbk, Fahmi Rahmatullah, memberikan penjelasan transparan mengenai kondisi tersebut. Ia mengungkapkan bahwa alasan utama perusahaan belum bisa membagikan dividen adalah karena saldo laba ditahan (retained earnings) perusahaan yang saat ini masih tercatat dalam angka negatif.
"Karena saat ini retained earnings kami masih negatif, kami belum bisa melakukan pembagian dividen," jelas Fahmi dalam keterangannya di Jakarta.
Meski demikian, Fahmi menegaskan bahwa manajemen tetap memegang komitmen penuh terhadap tanggung jawab mereka sebagai perusahaan terbuka. Perusahaan berjanji akan mengupayakan pembagian dividen kepada para pemegang saham di masa mendatang. Syarat utamanya adalah perusahaan harus mampu membalikkan keadaan hingga saldo laba ditahan tersebut mencatat angka positif.
Pihak manajemen menaruh harapan besar agar kondisi keuangan perusahaan membaik sehingga pembagian dividen dapat terealisasi pada tahun depan. Namun, keputusan final mengenai pembagian keuntungan tersebut tetap harus melalui mekanisme formal, yakni mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Laporan lengkap mengenai pergerakan saham ini dapat dipantau lebih lanjut melalui laman resmi jabarpos.id. Aksi beli yang dilakukan Ferry Sudjono kini menjadi tanda tanya besar di kalangan trader: apakah ini merupakan sinyal pembalikan arah (reversal) atau sekadar akumulasi strategis sebelum perusahaan mencetak laba positif?






