Jabarpos.id – Kabar mengejutkan datang dari sektor teknologi tanah air, khususnya terkait pergerakan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Raksasa keuangan global, Morgan Stanley and Co International PLC, dilaporkan melakukan aksi korporasi besar dengan menambah porsi kepemilikan sahamnya di emiten unicorn tersebut. Langkah ini menjadi sorotan tajam para pelaku pasar modal karena menunjukkan kepercayaan investor institusi asing terhadap prospek masa depan perusahaan ekosistem digital terbesar di Indonesia ini.
Berdasarkan data keterbukaan informasi yang dirilis oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), Morgan Stanley melakukan pembelian sebanyak 400 juta lembar saham GOTO. Transaksi jumbo ini dilakukan pada harga Rp27 per lembar saham. Jika dikalkulasikan secara keseluruhan, nilai investasi yang dikucurkan oleh lembaga keuangan global tersebut mencapai angka fantastis, yakni Rp10,8 miliar.
Transaksi ini tercatat terjadi pada tanggal 18 September 2024, dengan tujuan utama sebagai langkah investasi jangka panjang. Menariknya, mekanisme pembelian ini dilakukan secara langsung melalui pembelian saham biasa. Artinya, transaksi ini murni merupakan aksi beli di pasar tanpa menggunakan skema repurchase agreement atau perjanjian pembelian kembali yang biasanya melibatkan instrumen utang.
Also Read
Aksi borong saham ini secara otomatis mengubah peta kepemilikan Morgan Stanley di tubuh GoTo. Sebelum melakukan transaksi terbaru ini, Morgan Stanley tercatat menguasai sebanyak 80.539.349.984 unit saham. Namun, setelah tambahan 400 juta lembar saham tersebut masuk ke portofolio mereka, total kepemilikan mereka melonjak menjadi 80.939.349.984 unit saham.
Tidak hanya sekadar menambah jumlah lembar saham, peningkatan kepemilikan ini juga berdampak pada pengaruh strategis Morgan Stanley di dalam perusahaan. Dengan bertambahnya jumlah saham yang dikuasai, hak suara Morgan Stanley di dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) kini juga ikut meningkat hingga berada di atas angka 7 persen. Hal ini menandakan posisi mereka yang semakin kuat sebagai salah satu pemegang saham kunci yang memiliki pengaruh dalam pengambilan keputusan strategis perusahaan.
Para analis pasar modal menilai bahwa langkah Morgan Stanley ini dapat menjadi sentimen positif bagi pergerakan harga saham GOTO di lantai bursa. Kehadiran investor kelas kakap yang berani menambah posisi di tengah fluktuasi pasar seringkali dianggap sebagai sinyal bahwa fundamental perusahaan masih dinilai menarik untuk jangka panjang.
Meskipun pasar teknologi global tengah menghadapi tantangan suku bunga dan dinamika ekonomi makro, kepercayaan Morgan Stanley terhadap GOTO memberikan angin segar bagi kepercayaan investor ritel. Kini, mata para pelaku pasar akan tertuju pada bagaimana GoTo mampu mengelola modal dan strategi bisnisnya guna memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang sahamnya di masa mendatang.






