IHSG Meroket Tapi Asing Malah Jual Saham

Author Image

Endang Wulansari

24 September 2026, 08:31 WIB

Jabarpos.id – Pasar modal Indonesia menunjukkan performa yang cukup impresif pada perdagangan Rabu (23/9/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup sesi perdagangan dengan catatan positif setelah melonjak signifikan lebih dari 1 persen. Indeks yang menjadi barometer utama bursa domestik ini berhasil mendarat di level 6.374,91, sebuah kenaikan yang cukup tajam sebesar 1,56 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

Aktivitas transaksi di lantai bursa juga terlihat sangat dinamis. Sepanjang hari perdagangan, volume transaksi tercatat mencapai angka 36,79 miliar saham. Nilai transaksi yang berputar di pasar modal Indonesia menyentuh angka fantastis, yakni sebesar Rp12,9 triliun, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1,92 juta kali. Angka ini menunjukkan bahwa minat pelaku pasar, baik domestik maupun mancanegara, masih sangat tinggi di tengah fluktuasi ekonomi global.

IHSG Meroket Tapi Asing Malah Jual Saham
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Namun, di balik kemeriahan kenaikan indeks tersebut, terdapat sebuah fenomena yang menarik perhatian para pengamat pasar modal. Meskipun IHSG berhasil terbang ke zona hijau, arus modal asing justru menunjukkan arah yang berlawanan. Alih-alih melakukan aksi beli untuk memperkuat kenaikan indeks, investor asing justru terciduk melakukan aksi jual bersih atau net foreign sell.

Berdasarkan data pasar, investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp461,36 miliar di seluruh pasar. Jika ditinjau lebih mendalam, angka penjualan bersih tersebut mencapai Rp468,26 miliar. Meski demikian, terdapat sedikit penyeimbang di mana investor asing masih melakukan pembelian bersih sebesar Rp6,92 miliar melalui mekanisme pasar negosiasi dan pasar tunai.

Fenomena ini memicu pertanyaan besar di kalangan investor ritel: mengapa asing justru melepas aset mereka saat pasar sedang bergairah? Aksi jual ini sering kali dianggap sebagai strategi profit taking atau pengambilan keuntungan oleh investor global setelah sebelumnya mereka mengumpulkan saham di harga bawah. Selain itu, ada kemungkinan mereka sedang melakukan rebalancing portofolio untuk mengantisipasi ketidakpastian ekonomi di masa mendatang.

Kehadiran aksi jual asing ini tentu memberikan tekanan tersendiri terhadap pergerakan saham-saham tertentu. Meskipun secara keseluruhan indeks naik, ada sejumlah emiten yang menjadi target utama pelepasan saham oleh investor asing. Berdasarkan data yang dihimpun dari Stockbit, terdapat daftar 10 saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing dalam perdagangan Rabu kemarin.

Para pelaku pasar kini tengah mencermati apakah aksi jual ini merupakan tren jangka pendek atau sinyal awal dari keluarnya modal asing secara masif dari pasar Indonesia. Bagi investor, kondisi ini menjadi pengingat penting untuk tetap waspada dan tidak hanya terpaku pada kenaikan indeks semata, melainkan juga memperhatikan pergerakan arus modal (capital flow) yang menjadi motor penggerak utama pasar saham. Melansir laporan dari jabarpos.id, penguatan IHSG kali ini tampaknya lebih didorong oleh kekuatan investor domestik yang mampu menahan tekanan jual dari pihak asing.

Related Post