Anak Konglomerat Bakrie Borong Saham BRMS

Author Image

Endang Wulansari

24 September 2026, 06:31 WIB

Jabarpos.id – Dunia pasar modal tanah air kembali dikejutkan dengan pergerakan signifikan dari salah satu keluarga konglomerat paling berpengaruh di Indonesia. Adika Aryasthana Bakrie, yang kini menjabat sebagai Direktur di PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), dilaporkan melakukan aksi korporasi dengan menambah porsi kepemilikannya di emiten tambang tersebut. Langkah ini menarik perhatian para investor karena menunjukkan kepercayaan diri manajemen terhadap prospek masa depan perusahaan.

Berdasarkan data keterbukaan informasi yang dirilis oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), transaksi pembelian saham ini dilakukan pada tanggal 22 September 2024. Adika tercatat menyerap sebanyak 750.500 lembar saham BRMS. Transaksi ini dilakukan pada level harga Rp665 per lembar saham, yang jika ditotal, nilai investasi yang digelontorkan mencapai angka sekitar Rp499,08 juta.

Anak Konglomerat Bakrie Borong Saham BRMS
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Menariknya, aksi beli ini menandai babak baru bagi Adika dalam struktur kepemilikan saham perusahaan. Sebelum transaksi ini dilakukan, Adika tercatat belum memiliki kepemilikan saham secara langsung di emiten tambang tersebut. Dengan adanya pembelian ini, ia kini resmi menjadi salah satu pemegang saham di BRMS, memperkuat posisinya tidak hanya sebagai pengambil kebijakan di jajaran direksi, tetapi juga sebagai pemilik modal.

Dalam rincian laporan transaksi yang disampaikan ke otoritas bursa, jenis transaksi yang dilakukan adalah pembelian secara langsung tanpa menggunakan skema repurchase agreement atau perjanjian beli kembali. Status kepemilikan saham tersebut bersifat langsung, yang berarti saham tersebut dimiliki atas nama pribadi untuk kepentingan investasi jangka panjang. Hal ini memberikan sinyal positif kepada pasar bahwa jajaran manajemen memiliki keyakinan terhadap fundamental perusahaan.

Para analis pasar modal menilai bahwa langkah yang diambil oleh keluarga Bakrie ini merupakan bentuk skin in the game, di mana para pengambil keputusan ikut menanamkan modal pribadinya pada perusahaan yang mereka pimpin. Hal ini sering kali dianggap sebagai sinyal bahwa harga saham saat ini dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan yang luas atau berada pada nilai yang wajar untuk dikoleksi.

PT Bumi Resources Minerals Tbk sendiri merupakan pemain penting dalam sektor pertambangan yang terus berupaya memperkuat portofolio asetnya. Dengan masuknya modal dari jajaran direksi, diharapkan sentimen positif ini dapat mendorong kepercayaan investor ritel maupun institusi untuk ikut serta mengawal pergerakan harga saham BRMS di lantai bursa.

Hingga berita ini diturunkan, pasar masih terus memantau bagaimana dampak dari aksi beli ini terhadap volatilitas harga saham BRMS di hari-hari mendatang. Bagi para pelaku pasar, pergerakan "orang dalam" atau insider trading yang legal seperti ini selalu menjadi indikator penting dalam menyusun strategi investasi di sektor komoditas. Melansir laporan dari jabarpos.id, dinamika ini menjadi bukti bahwa sektor pertambangan tetap menjadi primadona di tengah fluktuasi ekonomi global.

Related Post