Amputasi Demi Klaim Asuransi Miliaran Rupiah

Author Image

Endang Wulansari

26 September 2026, 15:31 WIB

Jabarpos.id – Sebuah kasus penipuan asuransi yang sangat ekstrem dan nekat baru-baru ini mengguncang publik di Taiwan. Seorang mahasiswa bernama Zhang melakukan aksi berbahaya yang tidak masuk akal demi mendapatkan uang pertanggungan dalam jumlah fantastis. Ia rela menderita luka permanen hingga harus kehilangan kedua kakinya hanya untuk mengejar klaim asuransi yang nilainya mencapai puluhan miliar rupiah.

Modus yang dijalankan Zhang tergolong sangat terencana dan melibatkan kerja sama dengan orang lain. Zhang diketahui telah mengumpulkan berbagai jenis polis asuransi dari lima perusahaan berbeda sejak tahun 2005 hingga awal 2023. Tidak tanggung-tanggung, ia memiliki delapan jenis perlindungan, mulai dari asuransi jiwa, kesehatan, kecelakaan, hingga asuransi perjalanan.

Amputasi Demi Klaim Asuransi Miliaran Rupiah
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Aksi nekat ini terjadi pada Januari 2023. Zhang bekerja sama dengan seorang mantan teman sekolahnya yang bernama Liao untuk menjalankan skema penipuan tersebut. Berdasarkan fakta persidangan, keduanya membeli es kering di New Taipei City dan membawanya ke kediaman Liao di Distrik Zhongshan, Taipei. Di sana, Zhang melakukan tindakan yang sangat menyiksa dirinya sendiri.

Ia memasukkan kedua kaki telanjangnya ke dalam wadah berisi es kering selama kurang lebih 10 jam, mulai dari pukul 2 pagi hingga tengah hari. Agar tidak berhenti di tengah jalan karena rasa sakit yang luar biasa, Liao mengikat tubuh Zhang di kursi menggunakan tali plastik. Selama proses penyiksaan diri tersebut, Liao juga mendokumentasikan kejadian itu melalui foto dan video sebagai bagian dari bukti palsu nantinya.

Dua hari setelah kejadian tersebut, Zhang segera mencari bantuan medis di rumah sakit dengan berpura-pura menjadi korban kecelakaan. Ia memberikan keterangan palsu kepada tenaga medis dan pihak asuransi bahwa kakinya mengalami radang dingin parah akibat mengendarai sepeda motor di larut malam. Namun, kondisi medis yang dialami Zhang ternyata jauh lebih mengerikan dari yang ia bayangkan.

Dokter mendiagnosis Zhang mengalami radang dingin tingkat empat, nekrosis tulang, sepsis, hingga rhabdomyolysis. Akibat kerusakan jaringan yang sangat parah, dokter tidak memiliki pilihan lain selain melakukan amputasi pada kedua kaki Zhang.

Setelah mengalami kecelakaan buatan tersebut, pasangan ini mengajukan klaim ke lima perusahaan asuransi dengan total nilai mencapai NT$41,26 juta atau setara dengan Rp22,7 miliar. Meski satu perusahaan sempat mencairkan dana, empat perusahaan lainnya merasa curiga dan menemukan kejanggalan dalam laporan tersebut. Mereka kemudian menolak klaim dan melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian.

Kasus ini akhirnya bergulir ke meja hijau. Pengadilan Tinggi Taiwan menjatuhkan vonis kepada keduanya. Liao, yang dianggap sebagai otak di balik skema ini, dijatuhi hukuman enam tahun penjara. Sementara itu, Zhang dijatuhi hukuman dua tahun penjara dengan masa percobaan dua tahun. Hakim menilai Zhang telah menanggung penderitaan fisik yang luar biasa akibat tindakannya sendiri, sementara Liao dinilai tidak menunjukkan itikad baik untuk berdamai dengan pihak asuransi. Kasus ini menjadi pengingat keras akan risiko besar di balik upaya penipuan yang mengorbankan nyawa dan fisik.

Related Post