Jabarpos.id – Dunia perbankan digital saat ini tengah berada di ambang transformasi besar seiring dengan masifnya perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Di tengah kekhawatiran publik mengenai potensi hilangnya lapangan kerja akibat otomatisasi, Bank Amar Indonesia memberikan perspektif yang berbeda. Perusahaan perbankan ini menegaskan bahwa kehadiran AI bukanlah ancaman yang akan menggantikan peran manusia, melainkan sebuah alat bantu atau tools untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM).
Dalam ajang Digital Banking Forum 2026 yang mengusung tema "Menavigasi Babak Baru Evolusi Bank Digital", para pemangku kepentingan berkumpul untuk membedah masa depan industri keuangan di Indonesia. Direktur Teknologi Informasi & Operasional Bank Amar Indonesia, Kevin Kane Wardhana, mengungkapkan bahwa era AI telah menjadi game changer atau pengubah permainan dalam industri perbankan. Teknologi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga secara signifikan mampu mendongkrak profitabilitas serta mengubah cara bank digital berinteraksi dengan nasabahnya.
Menurut Kevin, pemanfaatan teknologi AI yang tepat akan mengubah strategi bisnis dan operasional perbankan secara fundamental. Dengan menyerahkan tugas-tugas rutin dan teknis kepada mesin, para karyawan atau talenta bank dapat mengalihkan fokus mereka pada aspek-aspek yang lebih krusial, seperti pengambilan keputusan strategis dan analisis mendalam. Hal ini menciptakan sinergi di mana teknologi menangani kecepatan dan data, sementara manusia menangani kebijaksanaan dan strategi.
Also Read
Lebih lanjut, Bank Amar menjelaskan bahwa keberhasilan investasi teknologi di institusi mereka tidak hanya diukur dari kecanggihan alat yang digunakan, melainkan dari dampak nyata terhadap kinerja perseroan dan kualitas layanan kepada nasabah. Fokus utamanya adalah bagaimana teknologi tersebut dapat memberikan pengalaman perbankan yang lebih mulus, cepat, dan personal bagi pengguna.
Salah satu implementasi nyata dari teknologi ini adalah pada proses penilaian kredit atau credit scoring. Bank Amar memanfaatkan AI untuk menganalisis data secara lebih akurat guna meningkatkan kualitas kredit. Namun, ada satu poin penting yang ditekankan: kendali tetap berada di tangan manusia. Meskipun AI melakukan analisis awal, para talenta profesional di Bank Amar tetap memegang kendali penuh untuk mengontrol, meninjau, dan memvalidasi hasil analisis tersebut.
Dengan pendekatan ini, Bank Amar ingin menunjukkan bahwa masa depan perbankan digital bukan tentang kompetisi antara manusia melawan mesin, melainkan tentang kolaborasi antara kecerdasan buatan dan kecerdasan manusia. Melalui integrasi yang harmonis, diharapkan layanan perbankan di Indonesia dapat terus berevolusi menjadi lebih tangguh, efisien, dan tetap memiliki sentuhan manusiawi yang esensial. Laporan lengkap mengenai dinamika ini dapat terus dipantau melalui kanal informasi terpercaya seperti jabarpos.id.





