Danantara Bakal Borong Saham BEI

Author Image

Endang Wulansari

1 Oktober 2026, 00:04 WIB

Jabarpos.id – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara tengah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat ekosistem pasar modal di tanah air. Lembaga pengelola investasi baru ini dikabarkan berencana untuk masuk ke dalam struktur kepemilikan saham Bursa Efek Indonesia (BEI). Langkah ini dipandang sebagai upaya untuk memperkokoh fondasi pasar modal nasional agar semakin kompetitif di kancah internasional.

CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan pembahasan mendalam mengenai besaran porsi kepemilikan saham yang akan diambil di bursa. Berdasarkan diskusi yang sedang berjalan, Danantara menargetkan untuk mengantongi sekitar 5% hingga 10% saham di BEI. Angka ini bukan sekadar angka acak, melainkan hasil pertimbangan matang agar peran Danantara tetap efektif namun tetap sesuai dengan koridor regulasi yang berlaku.

Danantara Bakal Borong Saham BEI
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Rosan menjelaskan bahwa penentuan persentase kepemilikan ini akan sangat bergantung pada implementasi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 13 Tahun 2026 yang baru saja diterbitkan. Regulasi tersebut menjadi kompas utama bagi Danantara dalam menentukan langkah investasi di sektor pasar modal.

"Porsinya yang penting adalah adanya perubahan dalam struktur kepemilikan di bursa. Saat ini kami masih dalam tahap pembicaraan, namun kemungkinan besar berada di kisaran 5% hingga 10%," ujar Rosan saat memberikan keterangan di kawasan Istana Negara, Jakarta.

Menanggapi isu yang beredar mengenai potensi dominasi Danantara, Rosan dengan tegas membantah rumor bahwa lembaga ini akan menguasai hingga 40% saham BEI. Menurutnya, kepemilikan besar tersebut tidak akan dipegang secara tunggal oleh Danantara. Sebaliknya, porsi besar tersebut akan dikelola melalui skema konsorsium yang melibatkan berbagai pihak dari unsur pemerintah.

"Mungkin kementerian lain juga akan ikut terlibat, seperti Kementerian Keuangan atau lembaga lainnya. Jadi, kami bergerak bersama-sama. Jika konsorsium pemerintah secara keseluruhan mencapai 30% hingga 40%, maka porsi khusus untuk Danantara sendiri tetap berada di angka 5-10%," jelasnya lebih lanjut.

Senada dengan Rosan, Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menekankan pentingnya sinergi antarlembaga. Ia menegaskan bahwa Danantara tidak akan bertindak egois dalam mengambil keputusan investasi. Fokus utama lembaga ini bukanlah sekadar mengejar besaran persentase kepemilikan, melainkan bagaimana kehadiran Danantara dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan pasar modal.

Dony berharap, dengan adanya keterlibatan Danantara, Bursa Efek Indonesia dapat tumbuh menjadi institusi yang lebih transparan, kredibel, dan memiliki daya tarik tinggi bagi investor global. "Yang jauh lebih penting bagi kami adalah bursa kita menjadi lebih transparan, kredibel, serta terus tumbuh dan berkembang. Kita ingin mendapatkan pengakuan penuh dari para investor," kata Dony.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh langkah yang diambil Danantara akan senantiasa patuh pada aturan main yang telah ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan mengikuti regulasi yang ada, diharapkan tidak terjadi tumpang tindih kepentingan antarlembaga pemerintah, sehingga stabilitas pasar modal tetap terjaga demi kepentingan ekonomi nasional secara luas.

Related Post