Strategi Sucor Sekuritas Sasar Gen Z

Author Image

Endang Wulansari

1 Oktober 2026, 02:04 WIB

Jabarpos.id – Kondisi likuiditas pasar saham di Indonesia yang saat ini dinilai masih cenderung dangkal menjadi tantangan serius bagi industri sekuritas. Fenomena ini menuntut para pelaku pasar untuk tidak hanya menunggu investor datang, tetapi secara proaktif menjemput bola melalui berbagai strategi edukasi yang lebih segar dan relevan dengan perkembangan zaman.

CEO PT Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya, mengungkapkan bahwa salah satu solusi utama untuk mengatasi tantangan likuiditas ini adalah dengan memperkuat aspek literasi dan inklusi keuangan di tengah masyarakat. Fokus utama perusahaan saat ini adalah menyasar kelompok demografi muda, yakni Generasi Z dan milenial, yang diprediksi akan menjadi tulang punggung pasar modal di masa depan.

Strategi Sucor Sekuritas Sasar Gen Z
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Dalam sebuah kesempatan pada acara Road to CNBC Awards 2026, Bernadus menjelaskan bahwa pihaknya terus mengupayakan berbagai metode edukasi, baik secara internal (in-house) maupun melalui kolaborasi strategis. Perusahaan tidak ragu untuk menggandeng berbagai komunitas serta Key Opinion Leaders (KOL) di bidang saham guna memperluas jangkauan informasi kepada calon investor baru.

"Kami terus melakukan upaya inklusi serta literasi kepada masyarakat luas, terutama kepada Gen Z dan milenial. Hal ini bisa dilakukan melalui program internal maupun kolaborasi dengan berbagai komunitas dan KOL saham," ujar Bernadus pada Rabu (30/9/2026).

Menariknya, Sucor Sekuritas tidak hanya menggunakan pendekatan konvensional. Perusahaan mulai merambah ke pendekatan gaya hidup (lifestyle) untuk mendekati calon nasabah. Mereka mencoba masuk ke dalam ekosistem komunitas yang sedang tren, seperti komunitas olahraga padel, pickleball, hingga golf, serta berbagai komunitas lintas profesi lainnya.

Menurut Bernadus, pendekatan berbasis gaya hidup ini sangat efektif karena memungkinkan perusahaan untuk berinteraksi dengan calon nasabah dalam suasana yang lebih santai dan sesuai dengan karakter mereka. Selain itu, pemanfaatan media sosial dan penggunaan influencer menjadi instrumen wajib yang tidak bisa dipisahkan dari strategi akuisisi nasabah di era digital saat ini.

"Dengan masuk ke komunitas tersebut, kami dapat menjaring lebih banyak nasabah melalui pendekatan yang sesuai dengan gaya hidup mereka. Penggunaan media sosial dan peran influencer tentu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari strategi kami," tambahnya.

Menatap masa depan, Bernadus menaruh harapan besar pada stabilitas politik dan ekonomi Indonesia. Ia meyakini bahwa jika kondisi makroekonomi tetap terjaga, pasar modal Indonesia akan mampu bergerak secara organik dan lebih dinamis.

Ia optimis bahwa seluruh upaya akuisisi dan edukasi yang dilakukan saat ini akan membuahkan hasil manis di masa mendatang. Targetnya, aktivitas ini tidak hanya memberikan keuntungan bagi pertumbuhan perusahaan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi para nasabah Sucor Sekuritas serta ekosistem investor saham secara umum, terutama menjelang tahun 2027 mendatang.

Related Post