Strategi Jitu Henan Asset Hadapi Pasar

Author Image

Endang Wulansari

1 Oktober 2026, 04:31 WIB

<strong>Jabarpos.id – </strong> Dinamika pasar modal yang penuh ketidakpastian menuntut para pengelola dana untuk memiliki ketajaman dalam membaca arah pergerakan ekonomi. Di tengah fluktuasi yang sering kali membingungkan investor, PT Henan Putihrai Asset Management (Henan Asset) mengungkapkan strategi khusus mereka dalam mengelola portofolio investasi agar tetap tangguh dan mampu memberikan imbal hasil optimal.

Bagus Adi Yoga Prawira, selaku Chief Liaison Officer Head of Investment Solution dari Investment Services Group Henan Asset, memaparkan bahwa kunci utama dalam menavigasi pasar adalah kemampuan membedakan antara informasi yang benar-benar penting dengan sekadar kebisingan pasar. Dalam paparannya, ia memperkenalkan tiga prinsip fundamental yang menjadi landasan analisis, yakni sound, noise, dan signal.

Strategi Jitu Henan Asset Hadapi Pasar
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Ketiga prinsip ini merupakan kerangka kerja untuk membedah berbagai variabel kompleks, mulai dari sentimen fundamental, tingkat valuasi, likuiditas, kondisi makroekonomi, hingga pengaruh faktor global dan domestik. Menurut Bagus, pasar modal adalah ekosistem yang sangat rumit karena banyaknya faktor yang saling berkaitan satu sama lain.

"Dalam tiga prinsip ini, kita melihat pasar sebagai sesuatu yang sangat kompleks. Banyak sekali faktor yang harus kita perhatikan. Terkadang, ada pihak yang hanya terpaku pada sentimen sesaat," ujar Bagus dalam acara Road to CNBC Awards 2025, Rabu (30/9/2026).

Namun, Bagus menekankan bahwa fokus utama Henan Asset saat ini adalah menangkap signal atau sinyal yang akurat. Salah satu sinyal paling krusial yang menjadi perhatian adalah pergerakan likuiditas. Ia menjelaskan bahwa likuiditas bukan sekadar angka, melainkan bagaimana aliran dana bergerak berpindah dari satu aset ke aset lainnya, serta bagaimana aliran tersebut mengalir dari pasar keuangan menuju tangan investor.

Aliran likuiditas ini dianggap sebagai penentu utama kondisi pasar dan arah kebijakan makro. Bagus menambahkan bahwa pasar modal memiliki fase atau "rezim" yang berbeda-beda, seperti fase pemulihan (recovery), fase ekspansi (crease on), fase akhir siklus (late cycle), hingga fase divergensi.

Setiap rezim pasar tersebut menuntut pendekatan yang berbeda. Henan Asset tidak menggunakan metode tunggal untuk semua kondisi. Strategi pengelolaan portofolio mereka sangat fleksibel, tergantung pada fase pasar yang sedang berlangsung.

"Strategi kami bukan hanya soal menentukan berapa persen alokasi untuk ekuitas atau obligasi, tetapi juga bagaimana kami menempatkan (deploy) dana tersebut secara efektif," tegas Bagus.

Dalam proses pengambilan keputusan, Henan Asset menerapkan pendekatan top-down view. Artinya, tim analis akan melihat gambaran besar terlebih dahulu, mulai dari kondisi makro global dan fundamental ekonomi dunia, sebelum kemudian mengerucut pada analisis kondisi domestik di Indonesia. Dengan pendekatan sistematis ini, pengelolaan kas dan penempatan aset diharapkan dapat lebih presisi dalam menghadapi berbagai skenario ekonomi di masa depan.

Related Post