IHSG Terjun Bebas Akibat Reshuffle Kabinet

Author Image

Endang Wulansari

2 Oktober 2026, 00:04 WIB

Jabarpos.id – Pasar modal Indonesia kembali menghadapi tekanan hebat pada perdagangan Kamis (1/10/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penurunan tajam lebih dari 1 persen, yang membawa indeks ke level terendahnya dalam kurun waktu dua bulan terakhir. Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar seiring dengan dinamika politik domestik yang sedang memanas.

Berdasarkan data penutupan sesi kedua, IHSG merosot sebesar 61,64 poin atau terkoreksi 1,02 persen ke level 6.009,50. Pergerakan indeks sepanjang hari ini menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi, di mana angka terendah sempat menyentuh level 5.973 dan sempat menguat ke level 6.095 sebelum akhirnya kembali tertekan. Aktivitas perdagangan tercatat cukup ramai dengan volume mencapai 329,48 juta lot dan nilai transaksi yang menembus angka Rp11,07 triliun melalui 1,58 juta kali transaksi.

IHSG Terjun Bebas Akibat Reshuffle Kabinet
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Sentimen utama yang diduga menjadi pemicu utama koreksi ini adalah adanya perombakan atau reshuffle dalam Kabinet Merah Putih yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto. Langkah politik ini membuat para investor cenderung bersikap wait and see atau menunggu kepastian stabilitas pemerintahan ke depan. Di tengah ketidakpastian tersebut, mayoritas saham mengalami pelemahan. Tercatat sebanyak 450 saham bergerak di zona merah, sementara hanya 206 saham yang mampu bertahan di zona hijau, dan 134 saham lainnya bergerak stagnan.

Sektor konsumer non-primer menjadi salah satu penyumbang penurunan terbesar dengan koreksi mencapai 1,97 persen. Selain itu, sektor barang baku juga ikut terseret turun sebesar 1,91 persen, disusul oleh sektor teknologi yang anjlok 1,50 persen. Beberapa saham raksasa yang menjadi beban berat bagi indeks hari ini antara lain PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO), PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS), PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN), serta PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI).

Kondisi ini diperparah dengan aksi jual bersih oleh investor asing (net foreign sell). Berdasarkan data pasar, investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp204,30 miliar. Total pembelian asing tercatat sebesar Rp1,70 triliun, namun angka ini tidak mampu membendung aliran keluar dana asing yang mencapai Rp1,90 triliun. Saham GOTO menjadi target utama penjualan asing dengan nilai Rp62,77 miliar, diikuti oleh PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN), PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), dan PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA).

Selain isu reshuffle kabinet, pelaku pasar juga tengah memantau rilis data ekonomi penting seperti angka PMI manufaktur, neraca perdagangan, serta tingkat inflasi. Di sisi lain, dinamika global seperti konflik geopolitik yang masih berlangsung, penguatan manufaktur di China, serta data inflasi PCE Amerika Serikat yang lebih rendah dari ekspektasi turut memberikan tekanan psikologis bagi pasar modal Indonesia. Perubahan struktur kepemimpinan di dalam kabinet, termasuk pelantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Staf Kepresidenan, menjadi sorotan utama yang akan menentukan arah kebijakan ekonomi nasional ke depan.

Related Post