Jabarpos.id – Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) akhirnya menunjukkan taringnya setelah sempat terpuruk selama lima hari perdagangan berturut-turut. Setelah mengalami tekanan jual yang cukup hebat, harga saham raksasa teknologi Indonesia ini akhirnya berhasil melakukan rebound atau pembalikan arah ke level Rp30 per saham. Kenaikan ini menjadi angin segar bagi para investor yang telah menantikan momentum pemulihan harga.
Berdasarkan data perdagangan terbaru, pergerakan saham GOTO menunjukkan aktivitas yang sangat masif. Pada sesi pertama, nilai transaksi saham ini telah menembus angka Rp1,74 triliun dengan volume perdagangan mencapai 65,11 miliar saham. Lonjakan aktivitas ini menandakan bahwa meskipun harga berada di level rendah, minat pasar terhadap saham GOTO tetap sangat tinggi. Investor tampak sedang menimbang-nimbang antara peluang pemulihan harga atau menunggu perkembangan fundamental perusahaan lebih lanjut.
Memasuki sesi kedua, momentum penguatan semakin terlihat jelas. Saham GOTO tiba-tiba terbang ke level Rp30 per saham, atau melonjak sebesar 7,14%. Hingga siang ini, volume perdagangan telah membengkak menjadi 82,27 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp2,23 triliun. Tingginya frekuensi transaksi yang mencapai 132,3 ribu kali menunjukkan adanya antusiasme besar dari pelaku pasar dalam menyerap saham di level harga saat ini.
Also Read
Menanggapi fenomena ini, analis dari BRI Danareksa Sekuritas, Kafi Ananta, memberikan pandangannya. Menurutnya, harga saham GOTO saat ini sudah berada pada tingkat valuasi yang sangat menarik bagi investor. Ia menyoroti bahwa tekanan harga yang terjadi beberapa hari terakhir perlu dilihat secara jeli bersamaan dengan perbaikan kinerja perusahaan yang mulai mencetak laba.
"Pada harga saat ini, saham GoTo sudah diperdagangkan di bawah satu kali nilai buku atau price-to-book value, padahal perusahaan sudah profitable. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa valuasi sahamnya sudah rendah dibandingkan nilai buku perusahaan," ungkap Kafi Ananta.
Kafi menambahkan bahwa keberhasilan GoTo dalam membukukan laba bersih selama dua kuartal berturut-turut menjadi faktor kunci. Pada kuartal II 2026, GoTo mencatatkan laba bersih sebesar Rp252 miliar, melonjak sekitar 47% dari Rp171 miliar pada kuartal sebelumnya. Selain itu, pendapatan bersih perusahaan tumbuh 31% secara tahunan menjadi Rp5,7 triliun, sementara EBITDA Grup yang disesuaikan juga berhasil melampaui Rp1 triliun untuk pertama kalinya.
Lebih lanjut, Kafi menilai bahwa meredanya tekanan jual menunjukkan bahwa harga saham GOTO sudah sangat terdiskon, sehingga menarik minat beli investor. Selain fundamental yang membaik, GoTo juga memiliki strategi penguatan harga melalui program pembelian kembali saham (buyback) dengan persetujuan maksimal Rp3,5 triliun untuk periode Juni 2026 hingga Juni 2027.
"GoTo punya amunisi buyback, dan harga yang sudah terdiskon seperti sekarang menjadi waktu yang baik untuk mempertimbangkan pembelian kembali saham. Pelaksanaannya dapat menjadi sinyal keyakinan manajemen terhadap nilai perusahaan sekaligus mendukung kepercayaan investor," pungkasnya.






