Jabarpos.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI kembali mengambil langkah berani di tengah ketidakpastian pasar modal global. Melalui keterbukaan informasi terbaru, bank pelat merah ini mengumumkan rencana pembelian kembali saham atau buyback tahap kedua dengan nilai fantastis mencapai Rp1 triliun. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap fluktuasi pasar yang cukup signifikan belakangan ini.
Aksi korporasi besar ini tidak dilakukan secara sembarangan. BRI telah menyusun jadwal pelaksanaan yang terukur, di mana periode buyback tahap kedua ini dijadwalkan berlangsung mulai 22 Oktober 2026 hingga 21 Januari 2027. Keputusan ini juga telah selaras dengan regulasi yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), khususnya terkait kebijakan pembelian kembali saham oleh perusahaan terbuka saat kondisi pasar sedang bergejolak.
Sekretaris Perusahaan BRI, Dhanny, menjelaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar upaya teknis, melainkan sebuah pesan kuat kepada pasar. Menurutnya, rencana buyback ini adalah manifestasi dari kepercayaan diri manajemen terhadap fondasi bisnis BRI yang sangat kokoh. Manajemen yakin bahwa prospek pertumbuhan jangka panjang perusahaan tetap berada di jalur yang positif meski menghadapi dinamika ekonomi yang menantang.
Also Read
"Rencana ini mencerminkan keyakinan kami terhadap fundamental bisnis dan potensi pertumbuhan BRI di masa depan. Dalam pelaksanaannya, kami tetap memprioritaskan prinsip kehati-hatian, menjaga kecukupan modal, serta menerapkan tata kelola perusahaan yang baik sesuai aturan yang berlaku," ungkap Dhanny dalam keterangan resminya.
Menanggapi kekhawatiran investor mengenai dampak terhadap struktur keuangan, BRI memberikan jaminan bahwa kondisi permodalan mereka tetap sangat sehat. Berdasarkan data pro forma per 30 Juni 2026, rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) BRI tercatat berada di angka yang sangat kuat, yakni 21,42%. Selain itu, tingkat pengembalian ekuitas atau Return on Equity (ROE) juga menunjukkan performa impresif di level 18,80%.
Angka-angka tersebut menjadi bukti bahwa BRI memiliki kapasitas finansial yang mumpuni untuk melakukan aksi korporasi tanpa mengganggu fungsi intermediasi maupun rencana ekspansi bisnis ke depan. Dengan modal yang kuat, bank ini tetap siap mengantisipasi berbagai risiko ekonomi dan tetap fokus pada pertumbuhan yang berkelanjutan.
Terkait mekanisme harga, BRI menyatakan akan melakukan pembelian pada harga yang dinilai wajar dan menguntungkan bagi perusahaan. Menariknya, saham-saham yang berhasil dibeli kembali tersebut nantinya tidak akan langsung dilepas ke publik, melainkan direncanakan untuk program kepemilikan saham bagi para pekerja, Direksi, serta Dewan Komisaris.
Namun, proses pengalihan saham hasil buyback ini tetap harus melalui prosedur legal yang ketat, yakni mendapatkan persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) terlebih dahulu. Langkah strategis ini diharapkan mampu menjaga kepercayaan investor serta mengoptimalkan nilai investasi bagi para pemegang saham dalam jangka panjang.






